Oleh: mulyanto | 23 Agustus, 2011

Tips Mudik Pakai Motor


=====================================================================
Memperingati Hari Raya Idul Fitri, tulisan ini terpasang terus di urutan pertama (sticky) hingga 10 Agustus 2013. Tulisan terbaru akan berada dibawah tulisan ini
=====================================================================

Menunggangi motor Bdg-Purbalingga/Banyumas selama 6-7 jam adalah biasa bagi saya. Biasanya setahun 2 kali saya PP Bdg-Pbg. Momen pertama adalah lebaran dan momen kedua adalah perpanjangan STNK/PKB. Tapi kini saya tidak pakai motor ber nomer R lagi :) . Dan sebetulnya tahun ini saya tidak merencanakan memakai motor lagi. Oktober tahun lalu saya sudah membeli mobil retro :D . Biar jadul sudah banyak saya perbaiki. Mobil ini juga sudah sering dipakai berjam-jam bermacet ria dalam kota bandung dan tidak pernah mogok.

Tapi karena kondisi MAX yang baru berusia 1 bln lebih jadi terpaksa kali ini masih bike to mudik sendirian. Max, Afi dan Ibunya biar lebaran di Bdg. Biarpun saya tiap tahun bike to mudik tapi TAK PERNAH mudik bermotor membawa keluarga. Terlalu berisiko! Resikonya tidak sepadan dengan ekonomisnya. Biasanya anak-istri selalu pakai travel, sekali pernah naik travel bareng.. beli 3 tiket kursi (1 baris). Pernah juga sekali sewa mobil dan sopirnya, gara-gara kehabisan tiket travel :D . Loh kok ngga pakai bus atau KA?? aduh repot banget! Kasihan anak istri juga, berjejalan dalam bus/KA dengan kemungkinan nggak kebagian tempat duduk… kecopetan… atau bahkan anak hilang! . Yang aman dan nyaman yah bus eksekutif atau travel.. tapi mahal dan harus cepat2 pesan/beli tiket. Berikut saya share pengalaman mudik memakai motor :

Mudiklah dengan santai
Contohnya Bdg-Pbg, normalnya bisa ditempuh 6-7 jam(sendirian). Tapi kalau memboncengkan keluarga, siapkan perjalanan 12-14 jam. Mudik tahun lalu saja sampai 12 jam, padahal normalnya 6 jam. Bahkan kalau kesorean/kemalaman bisa jadi 24 jam, karena anda harus berhenti untuk menginap. Anggap saja perjalanan mudik sebagai wisata yang harus dinikmati. Jangan sampai istri-anak anda kelelahan yang akhirnya mengakibatkan anak meninggal karena keletihan atau tidak bernafas (akibat terhimpit). Hujan dan dingin juga perlu diwaspadai, biarpun sudah rapat pakai jas hujan dan tidak basah, tapi bahaya hypothermia mengintai ! Apalagi ditambah keletihan dan tertidur. Ditanggung Inalilahi Wa Inalilahi Rojiun (sudah kejadian).

Jangan mudik di malam hari
Mudik di malam hari mungkin nyaman, tidak kepanasan, tidak macet, dan jalan sepi. Tapi ingat, naturalnya malam hari adalah tidur jadi pengemudi dan pemboncengnya cenderung ngantuk. Yang kedua adalah, jalur luar kota ini tidak ada biasa lewati. Anda tidak tahu letak lobang-lobang atau gundukan di jalan, apalagi kalau malam hari bisa jadi tidak kelihatan. Dan biasanya pada malam hari mobil/bus cenderung ngebut abis kayak F1!.

Jaga kebugaran
Sehari meenjelang berangkat sebaiknya istirahat, jangan beraktifitas. Kalau merasa cape atau tidak segar bugar sebaiknya tunda dulu mudiknya, keesokan harinya saja.. setelah istirahat cukup. Dalam perjalanan istirahatlah tiap 2 jam, istirahatlah minimal 15 menit. Minum minuman energy yang botolan akan membuat stamina dan segar. Saya kalau kepepet biasanya minum Hema*****. Kalau ngantuk lebih baik tidur. Terus bagaimana kalau terlalu banyak istirahat/tidur apa nanti malah jadi terlambat sampai di rumah? Yah kalau anda kemalaman/kesorean lebih baik anda berhenti menginap. Banyak pos2 istirahat yang bisa dipakai untuk menginap, atau sewalah kamar di losmen2. Jangan memaksa. Keletihan juga bisa diobati dengan makan yg cukup. Saya pernah ngebut dari PBG-Bdg, Pbg-Bdg(dago) hanya saya tempuh dalam 5 jam. Full throtle,tanpa istirahat, hanya berhenti untuk isi bensin. Interview pekerjaan, menginap semalam di bdg, paginya balik lagi ke Pbg pakai motor. Siang jam 2 naik bus ke bdg, lanjut naik bus ke jkt, lanjut pakai pesawat ke Pekanbaru. Tapi saya juga pernah kepayahan waktu naik motor Bdg-Pbg. Badan terasa capai sekali, sudah istirahat ngopi di ciamis, eh istirahat lagi makan sop buntu di wangon. Di Sokaraja eh masih istirahat lagi makan soto, padahal rumah tinggal 11 km lagi. Entah kenapa sampai kepayahan seperti itu sampai kini saya tidak tahu sebabnya. Apalagi kalau memboncengkan anak-istri ! Makanya saya suka geregetan(sedikit marah)kalau melihat pemudik yang membawa anak istri. Oke saya tidak berhak melarang anda, lah saya juga tidak ngasih solusi kan. Akhirnya kalau anda terpaksa harus mudik bawa anak istri, tolong jaga kebugaran. Jangan paksakan kalau anda kelelahan. Periksa juga kondisi anak anda, jangan sampai tidak bisa bernafas karena terhimpit bapak-ibunya (sudah kejadian).

Pilih jalan yang lebih sepi
Hindari jalur ramai yang berbahaya seperti PANTURA, ambilah jalan2 alternatif. Setiap lebaran di kampung, saya sering membawa anak-istri berwisata dengan motor. Biasanya saya pilih jalan alternatif, biarpun sedikit lebih memutar.

Hindari kendaraan besar
Bus, truk dan kendaraan besar lainnya jangan sampai ada di samping atau belakang anda. Lebih baik minggir. Kendaraan besar mempunyai roda besar dan kolong yang tinggi. Kalau senggolan, motor beserta penunggang2nya bisa masuk kolong dan tergilas. Jangan nempel dibelakang kendaraan besar di tanjakan, sebab ada kemungkinan kendaraan besar tidak kuat menanjak dan kemudian mundur melindas anda sekeluarga. Jauhilah dan ambil jarak/posisi yang aman kalau kendaraan di depan anda tidak kuat menanjak.

Jangan ambil jalur tengah/kanan
kalau anda senggolan dengan kendaraan yang di sebelah kiri, kemungkinan anda akan terjatuh ke kanan dan tergilas/tertabrak mobil dari arah berlawanan. Selalulah ambil jalan sebelah kiri.

Samakan kecepatan
Jangan ngebut, tapi jangan terlalu pelan. Buntutilah truk yang berkecepatan sedang (40 km/jam). Tapi jangan terlalu dekat, kira2 5 meteran atau sekitar panjang 2-3 motor. Kalau terlalu pelan malah bisa mengganggu atau membuat kesal kendaraan besar. Dengan dibelakang truk, setidaknya mengurangi kemungkinan ditabrak dari depan. Kendaraan yang hendak menyalip truk pun pasti slowdown dan lebih hati2.

Jangan mendadak belok
Biasanya kalau mendadak didepan lubang/gundukan atau kendaraan yang mendadak berhenti, langsung reflek setir. Hal ini sangat berbahaya karena anda bisa tertabrak kendaraan baik dari belakang atau depan anda. Kalau anda menemui lubang/gundukan atau halangan lainnya, lakukan pengereman dan tetap lurus sambil menstabilkan kendaraan. Lakukan manuver belok jika lalulintas dari depan maupun belakang anda sudah aman.

Ngga Usah Menyalip
Ngga usah menyalip jika kendaraan depan anda kecepatannya lebih dari 50 km/jam. Kalau mau nyalib, saliblah di jalan lurus yang anda bisa lihat jauh kedepan. Jangan menyalib di tikungan atau blind side, bahaya! .

Siapkan kendaraan anda
Yang ini sudah jelas. Pastikan rem dan ban masih bagus. Dan jangan lupa gunakan helm yang baik dan benar.

Nah banyak kan resiko-nya kalau mudik pakai motor bawa anak-istri. Masih belum jelas? Saya rangkum lagi :
- Pengendara kecapean/tertidur –> bisa kecelakaan
- Istri kecapean/tertidur –> bisa jatuh dari motor, anak bisa terhimpit dan meninggal karena tidak bisa bernafas
- Istri/anak kedinginan karena hujan dan angin. Walau tidak bahas bisa kena hypothermia.. ditambah lelah dan tidur jadilah meninggal dunia.
- Beban yang berat dan banyak –> motor tidak mudah dikendalikan –> kecelakaan
- Resiko tabrakan. Sudah tidak ngebut, sudah di jalur kiri pun masih bisa ditabrak.

Apakah nyawa anak-istri dan nyawa anda sebanding dengan murahnya mudik pakai motor?

Oleh: mulyanto | 13 September, 2012

Jalur Alternatif Majalaya-Ibun-Kamojang-Garut


Sekali lagi jalur alternatif Bandung-Garut, tapi jalur ini lebih sangar dari jalur cijapati. Lebih terjal tanjakannya, ada tanjakan monteng! , dan lebih sepi serta lebih sempit, melintasi hutan. Ini jalur offroad favorit para offroader (jeep, trail dan biker).

Kalau mau lewat jalur ini mungkin harus yakin mobil anda benar2 sehat dan kuat.. dan tidak bawa balita atau manula :) .

sumber : http://www.panoramio.com/photo/47546202 © All Rights Reserved
by dsudrajat

Lebih jelas lagi gunakan googleearth, download file user-5249070.kml di http://www.panoramio.com/kml/?user=5249070 , buka dengan googlearth :

Tanjakan Monteng dilihat dari google earth

videonya yang mudik garut-bandung via tanjakan monteng :

yang ini dari arah ibun (bandung) ke garut :

Oleh: mulyanto | 20 Agustus, 2012

Jalur Alternatif Gentong


Rencananya saat balik ke bandung, saya akan menghindari lewat jalur gentong. Sebabnya pada musim lebaran biasanya jalur gentong ramai dan macet.

Twitter All About Bandung 22 agustus pagi
All About Bandung ‏@infobdg
#mudik2012 – 06.53: Arus balik jalan raya malangbong – ciawi padat merayap | @uliiiie

Parahnya jalur gentong merupakan tanjakan curam yang panjang, sempit(apalagi di tikungan). Sebelah kiri tebing, sebelah kanan jurang. Tidak ada tempat untuk minggir dan parkir :p . Sebuah mobil kecil yang mogok pun akan bisa menyebabkan kemacetan yang panjang. Jadi yang menjadi momok adalah macet di jalur tanjakan panjang yang sempit dan berliku.

Jalur gentong saat macet. Sumber gambar : pikiran-rakyat.com


.

Jalur gentong. Sumber gambar : tempo.co

Jalur gentong menjadi favorit pengendara dari arah tasik-ciamis. Sebab merupakan rute terpendek dan tercepat. Sekitar 65 km dari pertigaan sindang kasih hingga nagrek. Seandainya lolos dari kemacetan di jalur gentong, ada kemungkinan macet setelah malangbong. Biasanya pemudik dialihkan ke jalur Wado-Sumedang-Jatinangor, menambah waktu tempuh sekitar 2 jam (karena tidak hapal jalurnya juga).
.


.
Oleh sebab itu saya berencana lewat tasik-singaparna-garut-kadungora-nagrek (walau menambah waktu tempuh sekitar 2 jam juga) :
.

.
Dimulai dari pertigaan sindang kasih, belok kiri.
.

Pertigaan sindang kasih, belok kiri.


.
Ikuti terus hingga sampai ada pertigaan besar, ambil lurus.

Pertigaan Sukamanah? Ambil lurus


.
Ikuti terus jalan Dr Mohamad Toha ini hingga sampai suatu jembatan dan kemudian bundaran simpang lima. Ambil cabang paling kanan, memasuki Jl. R.E.Martadinata. Ikuti terus jalan ini, melewati perempatan yogya mitra batik, ambil lurus terus hingga sampai pertigaan cipedes.
.

Simpang lima tasikmalaya


.

Perempatan Yogya Mitra Batik


.

Pertigaan Cipedes


.
Di pertigaan cipedes, belok kiri memasuki jln H Juanda. Ikuti jalan ini hingga sampai bundaran linggajaya (suatu simpang lima lagi). Ambil cabang paling kanan, memasuki jln A.H. Nasution.
.

Bundaran Linggajaya


.
Lepas dari jln AH Nasution adalah, jln garut-tasikmalaya, jln salawu hingga akhirnya Singaparna. Rada bingung di singaparna ini karena kurang rambu yang menyatakan arah garut. Penunjuk arahdi singaparna sekarang sudah cukup banyak. Masuk garut, rambu cukup jelas, tapi saat keluar garut yaitu di pertigaan masjid besar Tarogong tidak terdapat rambu menyatakan arah bandung. Sekarang sudah banyak penunjuk arah. Tapi kalau sudah lewat jalan otista tinggal diikuti jalan menuju leles, kadungora dan akhirnya lingkar nagrek.

Di sekitar jalan menuju candi cangkuang perlu memantau keadaan kadungora. Kalau kadungora-nagrek macet, bisa lewat jalur pedesaan di leles, tembus ke rancasalak-cijapati-cicalengka.
.
Kalau tidak mau masuk kota tasik, bisa lewat jalur cirahong-manonjaya-garut :
.


.

.
Jalan menuju cirahong diambil lewat pertigaan setelah pom bensin, setelah polres ciamis (jembatan timbang ciamis).
.

Pertigaan setelah pom bensin ciamis, setelah polres ciamis.


.
Cuma rada ngeri lewat jalur ini, melewati jembatan kereta yang berlandaskan kayu balok.
.

Bagian atas jembatan untuk lewat kereta, bagian tengah digunakan mobil-motor.


.

Jembatan satu mobil, gantian lewatnya

Update Jumat 24 Agustus 2012 :

Yang lewat garut-tasik lancar, yang lewat gentong macet


Tadi malam jumat 17 agustus sekitar jam 10 malam saya monitor twitter tentang kondisi jalur mudik. Didapat cileunyi-rancaekek-nagrek masih macet. Padahal sudah macet sejak sore. Cileunyi-jatinangor-cadas pangeran pun macet.

Paginya sabtu 18 agustus jam 04.00 saya bersiap-siap mudik bandung-banyumas. Monitoring twitter.. eh semua masih macet juga. Bahkan sampai tol cileunyi ! . Lewat cileunyi=jatinangor dan seterusnya pasti sudah macet di cileunyi :p . Mau lewat cijapati via rancaekek juga stuck di cileunyi-rancaekek. Bahkan di limbangan-malangbong juga macet. Jalur Wado jelas akhirnya kena macet juga di malangbong.

Pada waktu itu kesimpulan saya :
1. Pantura macet total
2. Rancaekek-Nagrek macet parah
3. Banyak pemudik yang dialihkan ke jalur alternatif sumedang, nagrek,
malangbong, gentong dsb.
4. Tol cileunyi macet hingga nagrek dan jatinangor
5. Tidak ada berita/twit kemacetan di jalur cijapati

Akhirnya saya putuskan memutar via majalaya. Dari ujungberung lurus ke selatan, ke gedebage terus majalaya. Akibat memutar lewat jalan rusak dan pedesaan(karena nggak hapal medan di majalaya :D ), saya butuh 1.5 jam untuk sampai cicalengka. 3 kali lebih lama dan 2 kali lebih jauh daripada lewat cileunyi-rancaekek. Ternyata cicalengka-cijapati-rancasalak sepi sekali! Lancarrrr banget dah :D .


.
Sampai di rancasalak, saya diberitahu penduduk bahwa kadungora macet parah dan diarahkan lewat jalan pedesaan yang ternyata tembus di leles. beberapa ratus meter sebelum situs candi cangkuang. Perjalanan lewat garut dan tasik lancar walau ramai sekali. Akhirnya masuk jalur utama mudik di pertigaan sindang kasih. cikoneng. Di cikoneng ini macet sekitar 1 jam. Akhirnya istirahat di pujasera ciamis.
.

Istirahat di pujasera ciamis


.
Jam 11 berangkat lagi. Kecepatan tetap santai sekitar 50 km/jam, selalu disalip mobil dan motor :D . Biar lambat asal selamat, apalagi bawa anak isteri. Anggap saja ini perjalanan jalan-jalan, jadi nggak usah buru-buru. Kena macet lagi di wanareja dan majenang. Butuh satu jam untuk melewati majenang. Di lumbir terasa sedikit ngantuk, jadilah istirahat dulu jam 15.00 di masjid balai desa Tinggar jaya Jatilawang, solat ashar dan makan lagi. Jam 16.00 perjalanan dilanjutkan, alhamdulllilah sampai di kalibagor banyumas jam 17.10.

Menghadapati kemungkinan macet/mogok di tanjakan, saya mendadak membuat ganjal mobil dari kayu balok pagi itu juga sebelum berangkat :D
.

Kayu balok 5×12 buat ganjal roda :D


.

Sekitar jam 18.00 membaca status teman :

Ihsan Hariadi :

tingkat kemacetannya memecahkan record. berangkat dari Bandung Jumat jam 01:30 dini hari, sekarang jam 18:00 baru mencapai Ciamis/Banjar, bahkjan belum mencapai perbatasan Jawa Barat. Berbuka puasa sambil nyari warnet buat ngirim email penting dan nge charge HP :-)

Kepada segenap pembaca blog ini, saya mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” atas tulisan2 saya yang menyakitkan dan menyinggung perasaan. Kepada para sesama muslim, “selamat idul fitri” :) .

update :
Jalur pantura malah lebih parah, berikut nguping di twitter :

Eka F Djoyowidjoyo ‏@EkaDjoyowidjoyo
Bukan macet lagi stag! 27 jam dan skrg baru pemanukan

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 126 pengikut lainnya.