Saat ini saya sedang membangun rumah sendiri, dari beli tanah, pembiayaan, dsb. Semuanya dilakukan sendiri, tak ada saudara yang membantu. Berikut work list yang harus dilakukan:
1. Cari dan beli tanah.
2. Desain Rumah (arsitektur dan konstruksi).
3. Cari Tukang dan ladennya
4. Cari/buat tulangan besinya
5. Cari kusen
6. Cari material provider
7. Mulai bangun
Tidak hanya mencari tapi harus mengorganisasinya. Pusing bener awal-nya, pantes banyak yang ngga mau repot dan beli/kredit yang sudah jadi. Tidak hanya pusing tapi juga cape dan makan waktu.
Untuk tukang dan laden-nya saya mendapat harga standard, kemarin saya baru tahu ada tukang dan laden yang 20 % lebih murah. Tapi tukang yang sudah saya pilih sudah lolos wawancara. Tukang-nya saya wawancarai tentang campuran beton yang benar, konstruksi pondasi yang benar dsb.
Untuk kusen saya mendapat harga miring tapi salah pilih kayu. Kayu yang saya pilih borneo, padahal kayu yang tahan rayap itu kayu lokal (tisuk).
Untuk tulang besi, agar konstruksi sesuai spesifikasi maka harus dirakit sendiri atau dirakit tukang dengan diawasi. Agar murah ring/bagel beli yang sudah jadi (pesan sesuai spesifikasi). Hanya saya salah langsung mengorder banyak, yang dikemudian hari ada pembuat ring yang berharga 33 % lebih murah ! yah untuk tulangan besi saya kecolongan 500-an ribu rupiah. Toko bahan bangunan yang merugikan ini sudah saya blacklist
Material provider itu banyak. Kalau butuh 4 truk pasir misalnya, coba 1 truk dulu. Kalau memuaskan boleh order lagi, kalau jelek mendingan ganti provider.
Di saat pembangunan saya juga harus mengawasi, bener2 repot… cape deh…


Nanti kalau sudah jadi rumahnya, syukuran yuk Mas Mul. Tak doain semuanya lancar-lancar aja. Om ku sebenarnya suka ngurusin borongan bangunan-bangunan. Dulu anak ITB juga, tapi gak selesai kuliahnya. Sayangnya dia sekarang di Jakarta.
Oleh: za on 25 Juli, 2007
at 10:14 am
Iyah rencananya kalau sudah huni, mau pesta barbeque dihalaman rumah
Oleh: Akhmad Mulyanto on 25 Juli, 2007
at 10:58 am
Yth,
Bapak, saya ingin menawarkan Atap Baja Ringan merek BUNGATRUSS dengan harga murah hanya Rp.130.000/m2 terpasang. Dan PARQUET/LANTAI KAYU jika mungkin Bapak mau pakai juga, saya ada type parquet 3 layer (enginering parquet/bukan laminet), sudah finishing, tinggal pasang, mudah dan cepat, bisa dikerjakan diakhir finishing dari semua pekerjaan finishing yang ada, harga yang saya tawarkan Rp.300.000,-/m2 terpasang termasuk material underlayernya (:playwood6/9mm, polyfoom 2mm).
Jika bapak berkenan menggunakan material+jasa yang saya tawarkan ini, silahkan bapak bisa hubungi saya di :
021- 71441969 atau
0817 4847 830
Terima kasih
Hormat Saya
Fuad Bakri
-Iklan ini dikirim Fuad Bakri.
-Pertanyaan, keluhan silahkan disampaikan langsung pada Fuad Bakri.
-Wong ndeso yang katro tidak ada kaitannya dengan Fuad Bakri.
Oleh: Fuad Bakri on 26 Agustus, 2007
at 1:26 pm
Assalammu’alaikum
Salam kenal mas mul,
Mas Mul kebetulan saya juga ada planning buat rumah sendiri nih. nah mas mul tanah yang akan dibangun rumah bekas sawah, baiknya gimana ya? ada ga referensi desain rumah untuk beberapa type? luas tanah yg akan dibangun 10tumbak.
Trims ya
————————————————————————————————————-
Mulyanto :
Wah saya tidak pengalaman dengan tanah bekas sawah. Tapi mestinya di urug dulu. Bisa dengan membuat benteng sekeliling dulu, kemudian diisi brangkal. Atau langsung diurug brangkal dan menunggu padat, baru dibangun. Kalau yang saya lihat sih yang pertama. Dibangun benteng sekeliling terus dipasang papan pengumuman “Terima buang brangkal disini”. Jadi tanah dibiarkan kering alami dan diurug secara gratis
. Tapi butuh waktu berbulan-bulan. Kalau referensi desain macam-macam type, saya pernah nemu site-nya. Tapi lupa di bookmark, jadi coba search di google semoga ketemu.
Pengalaman saya sih dalam membangun rumah, sebaiknya jangan terburu-buru. Misalnya karena kontrakan mau habis atau sudah ngga betah di pondok mertua indah
. Jadi jangan ditarget 2 bulan selesai dan pindah, hasilnya tidak maksimal. Sebaiknya rencanakan masak-masak dulu, misalnya ratakan tanah agar setidaknya tingginya sejajar dengan jalan. Gali sumur dan septic tank dulu, gunakan tanah-nya untuk urugan. Bangun secara bertahap dan untuk sementara ngontrak dulu deh
.
Oleh: papadina on 12 Februari, 2009
at 10:46 am