Mempersiapkan besi tulang dan Kusen
Setelah pondasi tuntas, tahap selanjutnya adalah membuat besi tulang. Bagaimana spesifikasi besi tulang yang baik? baca di sini:
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2007/06/18/membuat-rumah-tahan-gempa/
Pengalaman tentang besi tulang ada juga di sini :
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2007/07/02/mahalnya-rumah-tahan-gempa/
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2007/07/19/mendadak-jadi-manager-beneran/
Ada beberapa cara untuk membuat besi tulang:
1. Membeli jadi di toko besi
2. Memesan di perakit sesuai dengan spesifikasi
3. Membeli besi dan bagel yang sudah jadi kemudian merakit sendiri
4. Membeli besi dan kemudian merakit sendiri
Membeli jadi di toko besi
Yang sudah dijual di toko besi biasanya memakai besi 8 mm dan bagel-nya 6 mm. Jarak antara bagel adalah sekitar 30 cm. Harganya pada tahun 2007 adalah 32-35 ribu. Praktis dan murah, tapi tidak memenuhi standard tahan gempa.
Memesan di perakit sesuai dengan spesifikasi
Spesifikasinya antara lain:
-panjang kolom misalnya 4 m (yang 1 m buat perkaitan/stek)
-besi kolom 10 mm. Nah ini harus diklarifikasikan 10 mm SNI? 10 mm SSI? atau standar lainnya. Karena walau pun tulisannya 10 mm, pada kenyataanya bisa 8 mm – 9.5 mm.
-bagel 10 cm x 10 cm, diameter 8 mm, ini juga harus diklarifikasikan dahulu standardnya.
Kalau anda butuh 9 kolom misalnya, jangan langsung pesan semua. Pesanlah 1 dahulu, kemudian periksa, apakah sesuai dengan spesifikasi.
Membeli besi dan bagel yang sudah jadi kemudian merakit sendiri
Misal saya butuh kolom sepanjang 3 m. Maka saya beli 1 batang besi 10 mm SSI (12 meter). 1 batang ini saya bagi 4, menjadi 4 batang x 3 m, cukup untuk sebuah kolom. Untuk bagelnya dibutuhkan 18 buah (jarak antara bagel adalah 15 cm), saya memesan di cikaso bagel 10cm x 10cm sebanyak 4kg. 1 Kg = 5 ribu. Kemudian saya rakit sendiri dengan kawat latau las. Sebaiknya pakai kawat saja. Pengalaman saya dengan las :
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2007/07/14/mendadak-jadi-tukang-las/
Setelah cape dengan las akhirnya saya memperkerjakan tukang besi di cikaso itu untuk sekalian merakitnya. Tarifnya murah kok, 2000 rupiah permeter. Jadi biaya 1 kolom 3 m adalah:
-besi 10 mm sebatang seharga 52 ribu (thn 2007)
-bagel seharga 20 ribu
-biaya tukang 6 ribu
Total = 78 ribu
Membeli besi dan kemudian merakit sendiri
Misal saya butuh kolom sepanjang 3 m. Maka saya beli 1 batang besi 10 mm SSI (12 meter).
Untuk bagel 10cm x 10cm sebanyak 18 buah berarti butuh 18 x ((10cm x 4) + 10 cm) = 9 meter, jadi harus beli besi 8mm sebatang seharga 32 ribu (misalnya). Kemudian memperkerjakan tukang besi, upah harian 45 – 50 ribu.
Untuk Kusen ada 3 cara;
1. Membeli kayu balok belum diserut. Mempekerjakan tukang kayu.
2. Membeli kayu balok sudah diserut (misalnya kayu RDR ujungberung) . Mempekerjakan tukang kayu.
3. Memesan kusen ke penjual kusen.
Saya sendiri memakai cara 3. Pengalaman saya yang terbaik adalah cara pertama. Pilihlah kayu lokal yang tahan rayap, misalnya kayu nangka. Bawalah tukang kayu ke penjual kayu, suruh dia memilih sendiri kayunya. Kalau anda punya pick-up sendiri, lebih baik datang ke penggergajian. Harganya lebih murah.
Bersambung


thanks, artikelnya oke dan bermanfaat.
Oleh: cheriatna on 9 Februari, 2008
at 11:57 am
[...] Bersambung di http://mulyantogoblog.wordpress.com/2008/02/01/cara-katro-membangun-rumah-2/ [...]
Oleh: Cara Katro Membangun Rumah 1 « Wong nDeso yang Katro on 23 Mei, 2008
at 3:42 am
mas,
saya baru nikah saya mencarai perumahan di bandung sebelah timur cibiru ke timur terus, ad gak y???
kalo cibiru asri masih buka gak ya buat rumah baru y
makasih…..
Oleh: kizatox on 7 Oktober, 2008
at 12:01 pm
Didaerah itu banyak kok, saya lupa persisnya. Coba anda survey, tanya ke tukang ojek di pangkalan ojek. Biasanya ada yang over kredit, jadi coba saja survey ke cibiru asri.
Oleh: mulyanto on 8 Oktober, 2008
at 5:12 am
u/kizatox
coba aja tanya ke kantor pemasaran pt lestari prima persada tlp 72074007 waktu saya tlp masih ada 8 unit u/type 36 dan 1 unit u/type 21 pada tgl 26 okt 08
Oleh: ari on 30 Oktober, 2008
at 8:29 am