Posted by: mulyanto | 9 Mei, 2008

Cara Katro Menghitung Material Tembok

Berapa bata, pasir, semen dsb yang dbutuhkan untuk membuat tembok sepanjang 10 m dan tinggi 3 m ?

Misalkan batu bata berukuran 6 cm x 10 cm x 20 cm. Dan tebal isian adonan adalah 2 cm.
Maka luas bata + adonan di sisi panjangnya adalah:
(6 + 2) cm x (10 + 2) cm = 0.08 m x 0.12 m = 0,0096 m2.
Jumlah bata per m2 adalah = 1 m2 / 0.0096 m2 = 104.
Jumlah bata untuk tembok sepanjang 10 m dan tinggi 3 m adalah = (10 x 3) x 104 = 3125 buah

Berapa pasirnya?

Volume adonan untuk pasangan bata untuk 1 buah bata adalah = ((0.02 m x 0.22 m) + ( 0.02 x 0.06)) x 0.12 m
= (0.02 m x 0.28 m) x 0.12 m = 0.000672 m3

Volume adonan untuk pasangan bata untuk 3125 buah bata adalah = 2.1 kubik.
Volume pasir utk pasangan bata adalah 0.75 x = 2.1 kubik. = 1.575 kubik = seperempat truk.
Volume semen utk pasangan bata adalah 0.25 x = 2.1 kubik. = 0.525 kubik,
Jumlah semen 50 kg untuk pasangan bata adalah = 0.525 / 0.0332 m3 = 15.8 zak semen 50 kg

Ini belum menghitung pasir untuk di teplok didinding.
Misalkan pondasi sudah ada, yang perlu dibelanjakan adalah :
1 colt pasir (mungkin sekitar 1 kubik)
5 zak semen
1500 batu bata

Nah tinggal belanja kurangnya. Kurang pasir, beli 1 colt pasir lagi. Kurang semen beli 1-5 zak lagi, kurang batu bata beli 500-1000 batu bata lagi.

Hitung-hitungan ngawur diatas hanya cocok untuk proyek pribadi. Jadi belanja minimal adalah:
3 colt pasir = 3 x 60 ribu = 180 ribu
15 zak pasir = 15 x 42 ribu = 630 ribu
3200 batu bata = 3200 x 250 = 800 ribu
biaya 1 tukang + 2 laden utk 6 hari = 6 x (55 + 35 + 35) = 750 ribu
Total = 2 juta 360 ribu rupiah. + overhead

Dana yang disiapkan sekitar 4-5 juta.

Misalkan tebal pasangan adonan adalah 3 cm.
Maka luas bata + adonan di sisi panjangnya adalah:
(6 + 3) cm x (10 + 3) cm = 0.09 m x 0.13 m = 0.0117 m2.
Jumlah bata per m2 adalah = 1 m2 / 0.0117 m2 = 85
Jumlah bata untuk tembok sepanjang 10 m dan tinggi 3 m adalah = (10 x 3) x 85 = 2550 buah

Berapa pasirnya?

Volume adonan untuk pasangan bata untuk 1 buah bata adalah = ((0.03 m x 0.23 m) + ( 0.03 x 0.06)) x 0.13 m
= (0.03 m x 0.29 m) x 0.13 m = 0.001131 m3

Volume adonan untuk pasangan bata untuk 2550 buah bata adalah = 2550 x 0.001131 = 2.88405 kubik.
Volume pasir utk pasangan bata adalah 0.75 x 2.88405 kubik. = 2.1630375 kubik = sepertiga truk.
Volume semen utk pasangan bata adalah 0.25 x 2.88405 kubik. = 0.7210125 kubik,
Jumlah semen 50 kg untuk pasangan bata adalah = 0.525 / 0.0332 m3 = 21.7 zak semen 50 kg

Ini belum menghitung pasir untuk di teplok didinding.
Misalkan pondasi sudah ada, yang perlu dibelanjakan adalah :
1 colt pasir (mungkin sekitar 1 kubik)
5 zak semen
1500 batu bata

Nah tinggal belanja kurangnya. Kurang pasir, beli 1 colt pasir lagi. Kurang semen beli 1-5 zak lagi, kurang batu bata beli 500-1000 batu bata lagi.

Jadi belanja minimal adalah:
3 colt pasir = 3 x 60 ribu = 180 ribu
21 zak semen= 21 x 42 ribu = 882 ribu
2550 batu bata = 2550 x 250 = 638 ribu
biaya 1 tukang + 2 laden utk 6 hari = 6 x (55 + 35 + 35) = 750 ribu
Total = 2 juta 450 ribu rupiah. + overhead

Misalkan kualitas adonan diturunkan dari perbandingan semen : pasir = 1:4 menjadi 1 : 7 misalnya maka jumlah semen menjadi 0.125/0.2 x 21 = 13 zak semen = 546 ribu. untuk
Total = 2 juta 114 ribu atau Rp 70.466 ribu per m2

Tanggapan

[...] Pasang Tembok Dari http://mulyantogoblog.wordpress.com/2008/05/09/cara-katro-menghitung-material-tembok/, dapat diturunkan rumus katro menghitung biaya pasang tembok (tanpa sloof-kolom-ringbalok, tanpa [...]

[...] menhitung material/biaya tembok, besi dan sloof ada di : http://mulyantogoblog.wordpress.com/2008/05/09/cara-katro-menghitung-material-tembok/ dan [...]

Mas Mul
Rumus ini saya kok bingung ya, karena panjang batanya 10cm, bukan 20cm:
(6 + 2) cm x (10 + 2) cm = 0.08 m x 0.12 m = 0,0096 m2.
Atau saya yang lebih katruk :D:D :D

Terima kasih
Wie

@wie
Ukuran bata merah adalah 4 cm x 6 cm x 10 cm.
Dan tebal adonan bisa 3-4 cm, makin tebal adonan, makin sedikit batubata.

Oh, begitu. Bata merah 4 cm x 6 cm x 10 ya? Kok kecil ya batanya?
Yang di blog sampeyan kan tertulis “6 cm x 10 cm x 20 cm.” Atau tiap daerah lain ukuran ya.
Kalau saya masukkan rumus di atas (pakai 10 cm), bata yang harus saya beli menjadi 2x lipat jumlahnya.

Saya juga lagi buat excel-nya nih. Dalam waktu dekat ini saya mau beli material.

Anyway, makasih rumusnya, sangat memudahkan kita menghitung dan berbelanja material.

Terima kasih, Mas Mul.
Jabat erat

@wie
Coba diukur lagi deh. Saya juga ragu :) . Saran saya ambil data dari lapangan, misalnya ukur langsung batannya. Atau mengukur dari tembok yang belum diteplok.

Tapi memang ukuran 4 x 6 x 10 terlalu kecil yah hahahahaha. Wah saya distorsi nih. Kayaknya memang 6 x 10 x 20 deh. Wah berarti kayaknya rumusnya yang salah :D hahahahahaha.

Coba dihitung lagi :

(6 + 2) cm x (20 + 2) cm = 0.08 m x 0.22 m = 0.0176 m2.
Jumlah bata per m2 adalah = 1 m2 / 0.0176 m2 = 56.

Wah itungannya katrok, tapi memang kenyataannya hitungannya tidak bisa akurat. Maka di anggaran perlu overhead 25 % - 50 %. Pengalaman saya sih sampai tahap sebelum finishing, perhitungan bisa mendekati kenyataan. Tapi saat finishing susah dihitung :) .

Kuncinya yah jangan belanja langsung total. Kalau dihitung butuh 4000 bata, beli 1000-2000 bata dulu. Sambil dikoreksi perhitungannya.

Blog ini kan sampeyan tulis untuk dimanfaatkan bersama. Tugas sampeyan menulis, tugas saya mengoreksi heheheeee ….
Saya menganggap penulis blog yang bermanfaat akan menjadi calon ahli surga!! Aamiin
Bener ini. Coba googling dengan kata “pagar” (karena saya mau buat pagar). Susahnya minta ampun cari contoh pagar rumah …..

Ya, saya akan mengukur di lapangan. Memang cara katruk adalah cara yang paling jitu untuk orang awam seperti saya, dari pada cara yang ndakik-ndakik. Buktinya, nenek saya selalu bilang: sodo sak kilan, kain sak depo, jarak sak cu, uyah sak jimpit, wedang sak sruput … apa ini nggak katrok semua? Namun apa nggak jitu setelah berabad-abad dipakai?

Selamat menulis, saya akan mampir lagi nanti. Saya tertarik juga dengan Antenanya … Besok saya mau beli wifi adapter, syukur-2 sampeyan nanti nulis blog tentang cantena, wajanbolik, yogyi (yogya’s yagi) … hehehe …

Salam anget-2
Wie

@wie
Sukurlah kalau blog ini berguna. Sampeyan juga bisa nulis pengalaman di blog, bagi2 dan diskusi. Kalau cantena, wajanbolik dsb kayak masih lama, maklum rumah di desa. :D . Urusannya masih seputar minyak tanah, hahahahaha.

Leave a response

Your response:

Kategori