Buat yang mau ngutang
, ini contoh surat perjanjiannnya :
PERJANJIAN HUTANG PIUTANG
Pada hari ini, Kamis 32 Februari 2010, Kami yang bertanda tangan di bawah ini
1. Peyang, Badut, beralamat di jalan Satu Persatu, Bandung. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri.
Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kesatu;
2. Penjol , Pelawak, beralamat di jalan Pelan-pelan, Bandung. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri.
Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai Pihak Kedua;
Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Para Pihak menjamin bahwa masing-masing pihak memiliki wewenang serta kecakapan hukum untuk terikat dan berbuat sebagaimana diatur dalam perjanjian ini;
2. Bahwa pada tanggal 23 Juni 2010, Pihak Kesatu telah mengajukan pinjaman sebesar Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) kepada Pihak Kedua;
3. Bahwa atas pengajuan Pihak Kesatu, Pihak Kedua telah menyetujui untuk meminjamkan uang tunai sebesar Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) kepada Pihak Kesatu pada bulan Maret 2010;
4. Pihak Kesatu dan Pihak Kedua telah sepakat bahwa pembayaran pinjaman oleh Pihak Kesatu dilakukan selambatnya tanggal 36 Juli 2019.
Demikian Perjanjian hutang ini dibuat dalam rangkap dua bermeterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani oleh Para Pihak.
Bandung, 32 February 2010
|
Pihak Kesatu
|
Pihak Kedua
|
|
Peyang |
Penjol |
Saksi-saksi
|
|
|
|
Sumanto |
Kadirin |
Contoh lain :

mas aku mau ngopi carane piye
Oleh: Dwi irianto on 25 Juni, 2008
at 11:12 am
yo karek blok kabeh terus copy paste ke MS word,beres
Oleh: Markonah on 26 Mei, 2011
at 5:06 pm
Tinggal dklik kiri, blok, klik kanan, copy. Bukan office, paste ke file *.doc.
Oleh: mulyanto on 25 Juni, 2008
at 11:33 am
Assalamu’alaikum….
maturnuwun yo kang infone….nyong memang isih nggolet contoh surat hutang kanggo hutang ngono ngene….
He..he..he..
Wassalamu’alaikum….
Oleh: Ahmad Son on 20 September, 2008
at 2:09 am
hooo…..alah…….. dewa,,,,dewa,,,, rikane katon nge – fans karo peyang penjol…. wong banyumas.
Oleh: ahmeddillahwan on 17 Oktober, 2008
at 4:16 pm
sstt… aja brisik. Rika keton wis tuwa kuwe, egin kenal peyang penjol.
Oleh: mulyanto on 18 Oktober, 2008
at 1:50 am
tolong dong pak contoh surat perjanjian yang mana peminjam dalam hal ini memberikan jaminan surat sertifikat rumah dan rumah tersebut dalam keadan kontrakan terima kasih
Oleh: harris on 18 November, 2008
at 6:26 am
ikut ngomentari ah..:
pertanyaan anda sama dengan pertanyaan sdr. Dei di bawah. tinggal ditambahkan pasal2 eksekusinya saja. adapaun dengan kontrakan tidak ada hubungannya. karena anda memilik kekuatan hukum untuk mengabaikan kontrakan itu, apalagi BIASANYA yang ngontrak itu gak pernah pake surat perjanjiannya. ITU KALO KITA BICARA HUKUM YA MAS….LAIN LAGI KALO BICARA HATI NURANI…Tega nggak anda ngusir orang lain yg lagi ngontrak padahal dia udah bayar penuh. jadi saran saya sabar aja sampai kontrakannya abis atau JUAL AJA RUMAH ITU diatas harga pinjaman org tersebut lalu sisanya dibalikin dan dipotong dulu untuk ganti rugi tuh org yang ngontrak karena diusir sebelum abis masa waktunya.
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 8:14 pm
@harris
Maaf saya tidak punya contohnya, saya juga bukan notaris atau pengacara.
Oleh: mulyanto on 18 November, 2008
at 6:38 am
iki kumpulane wong2 banyumas apa ya??
Oleh: onnie on 27 November, 2008
at 1:58 am
mas aku copy draft surat perjanjian hutangnya…
thanks
Oleh: abas on 2 Januari, 2009
at 6:05 pm
permisi…
aku copi draftnya ya mas, makasih…
———————————————————————————————————————
Mulyanto :
Silahkan dicopy.
Oleh: Pipiet Fitriyani on 12 Januari, 2009
at 11:12 am
makasih mas
Oleh: dinan on 20 Januari, 2009
at 12:45 pm
mas, kira-kira kalo contoh surat ini dipake untuk ngeganti barang yang ilang pake uang bisa gak ya..?
apa bisa kalo poin-poinnya di ganti, disesuaikan sesuai kebutuhan..?
makasih sebelumnya, saya salin ya mas.. thenkyu pisan..
Oleh: dri717 on 26 Januari, 2009
at 5:49 pm
ikut ngomentari ah..: Sangat boleh dan sangat bisa mas. Gak ada masalah. Surat perjanjian itu bisa dirubah dan sangat fleksibel, yg penting baik konteks maupun kontennya dipahami dan disepakati oleh semua pihak yang bersangkutan
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 8:08 pm
wah, cucok ki mas.
jadi bisa buat surat perjanjian hutang nih. maklum gi bth duit
makasih mas
Oleh: dewi on 30 Januari, 2009
at 3:12 pm
sy copy ya mas…tq mas
Oleh: nino on 3 Februari, 2009
at 9:51 am
tq mas…
tak unduh ya..
salam kenal buat semua..
Oleh: el_afiq on 7 Februari, 2009
at 12:00 am
Pasang iklan yuk . . .
Oleh: iklan gratis on 12 Februari, 2009
at 12:38 pm
la wong koyo ngono ko repot, yo toh…
Oleh: marwanto adji on 13 Februari, 2009
at 6:02 pm
[...] Bagaimana agar dapat meminjam uang untuk dp rumah Anda bisa pinjam ke saudara/teman/rekan/boss/koperasi dengan skema pinjaman lunak 0 % atau dengan skema “pinjam barang” seperti diatas. Anda bisa membuat perjanjian hutang seperti di http://mulyantogoblog.wordpress.com/2008/06/18/440/ [...]
Oleh: Menyikapi Krisis Finansial Global « Wong nDeso yang Katro on 12 Maret, 2009
at 12:08 pm
thx ya mas..
^_^
Oleh: Rini on 29 Maret, 2009
at 3:29 pm
kalo pake jaminan barang atau surat berharga gimana cara nulisnya?
Oleh: dei on 19 April, 2009
at 4:51 pm
masukin aja di pasal2 berikutnya..
misalkan :
Pasal …..
Jaminan/Agunan
(1) Pihak pertama menyerahkan jaminan/agunan berupa………………………, dan dengan perjanjian ini Pihak kedua menyatakan telah menerima …………………..tersebut sebagai jaminan.
(2) Pihak kedua akan mengembalikan kembali jaminan sebagaimana tersebut di ayat (1) kepada pihak pertama apabila pihak jedua telah menerima kembali sejumlah uang yang diserahkan kepada pihak pertama sebesar Rp………..
DAN SETERUSNYA…
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 8:05 pm
conto buat surat perjajian dengan surat yg berharga terimakasi
Oleh: sumomasjid on 6 Mei, 2011
at 5:57 pm
terimakasi bang ali yang baik hati
Oleh: sumomasjid on 6 Mei, 2011
at 6:04 pm
numpang ngopi mas, kbtulan lagi butuh
==================================================
Mulyanto :
Silahkan.
Oleh: Diani on 11 Mei, 2009
at 11:41 am
Makasih yaaa….
atur nuhun ga pake permisi dulu
cuma mau bilang makasii yaa
Oleh: Aris Munandar on 11 Mei, 2009
at 7:49 pm
makasih ya mas,
sy ikut nyalin.
Oleh: lia on 4 Juni, 2009
at 1:41 pm
ko cm 1 tok bos contoh yang lain ada gak
Oleh: arief on 23 Juni, 2009
at 9:37 pm
Mohon ijin mas… kanggo ngopi. Lan matur nuwun
Oleh: soleh on 27 Juli, 2009
at 11:56 am
kalau contoh surat kuasa untuk jaminan pinjamannya aa g mas…?
kalau ada bol ya tak copy….
thx..
Oleh: ani on 3 September, 2009
at 12:56 pm
maaf ikut ngomentari: yg anda maksud contoh “surat kuasa untuk jaminan” itu apaan mas ? kalo yang anda maksud surat kuasa untuk menjual/merupiahkan sebuah jaminan jika yang pinjam tidak melakukan kewajibannya sebagaimana perjanjian (Wanprestasi) maka clausul itu sudah bisa dimaktubkan ke dalam isi /pasal surat perjanjian hutang piutang tersebut bos. gak usah dibuat terpisah juga bisa.
Maaf kalo saya keliru nangkep maksud ani ya..
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 8:01 pm
mas buati contoh surat perjanjian dong dimana orang tersebut belumjugamengembalikan uang saya . te3rimakasxih
Oleh: prasetyo kurniawan on 6 September, 2009
at 12:56 pm
saya mohon buatin contohnyayuacz uangnya besar bgt ….
Oleh: prasetyo kurniawan on 6 September, 2009
at 12:58 pm
ku ngopi surat nya y pak……………..
Oleh: tyant on 22 Oktober, 2009
at 12:48 pm
Nunut ngopy ngih mas.
Suwun,
Oleh: mensmr on 10 November, 2009
at 3:28 pm
Mase, saya ikutan ngopy, Maturnuwun nggih mas,
btw, contoh yang bahasa inggris ada ngga..?
Oleh: awanti on 20 November, 2009
at 5:25 pm
numpang copy yo mas…
makasih…
Oleh: ezha on 4 Januari, 2010
at 11:15 am
judulnya surat perjanjian hutang piutang kok penutupnya surat jual beli… piyeee tu mas-maaaas.
bok dibaca dulu sebelum diterbitkan….
Oleh: toyep on 13 Januari, 2010
at 7:59 pm
iya tuh..tapi perlu dihargai deh usaha dan niat baik mas mulyanto buat share info nya hehehehe
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 7:57 pm
mas..yang diatas dijelasin cara copy “bukan office” bener g ?pa “buka office” tanpa “n”.coz tiap copy aku suka di world..ribet kl panjang.nuhun mas
Oleh: penk on 17 Januari, 2010
at 5:22 pm
waduh di “del” (delete) saja atau ctrl-alt-del deh.
Oleh: mulyanto on 22 Januari, 2010
at 12:36 am
suwun yo mas. ijin ngopy nggih.
Oleh: marco on 30 Januari, 2010
at 8:31 pm
pak de, saya mau tanya sekaligus minta tolong buat kan contoh nya ya,
saya itu kan orang katro jdi, jdi pada waktu itu saya menghutang kan uang saya kepda tmen saya sebesar 11jta, untuk modal jual beli beras, dan d janji kan tiap bulan nya saya akan mendapat uang sebanyak 500rbu stiap bulan, tpi setelah berjalan 2 bulan usaha itu mecet dan saya tidak lagi mendapat kan uang 500rb itu tersebut smpai skarang yng sdah 5 tahun ini,,,
saya sudah capek menagih nya tpi d abaikan, mau ke hukum saya tak punya kekuatan hukum karena saya gk buat surat perjanjian dlu pda wktu itu,,,,
trus solusi nya gmna ya pak de,
dia seorang pns, trus kira2 surat perjanjian yang gmna biar uang tersebut bisa keluar, di kredit jga gak papa, yang penting bisa keluar.
klo saya htung2 sih sdah mencapai 60jta itu duit nya, ,,,,,
tolong bantuan nya ya pak de, begini lah nasib orang katrok di negeri ini,,,
Oleh: hendra on 9 Februari, 2010
at 3:11 pm
saran saya sebaiknya anda sebisa mungkin dibicarakan dulu secara lisan dan baik-baik samapai diperoleh kesepakatan bersama. setelah itu baru diaktualisasikan dalam bentuk perjanjian. Misal temen anda itu bersedia mengembalikan modalnya saja (krn usahanya rugi/macet) tapi di cicil, dll. kalo surat perjanjian dapat disesuaikan asal keduabelah pihak sepakat, termasuk dipotong dari gajinya. Tapi biasanya kalo mau potong gaji itu agak susah proses dan birokrasinya mas mesti ada persetujuan dari atasan. saran saya cukup anda berdua saja lalu disertakan dengan saksi2 dari keluarga terdekat dia, misal istri/adiknya/mertuanya agar secara psikologis dia memiliki beban moril kalo sampe gak bayar2.
itu saja masukan dari saya
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 7:55 pm
kira2 bsa gk klo di potong tiap dia terima gaji, tpi yang ada kekutan hukum nya gitu,,,
tolong ya pak de, 11jta tu bgi saya besar skli,,,,
atas bntuannya saya ucapkan terima kasih bnyak pak de,,,,,,
Oleh: hendra on 9 Februari, 2010
at 3:15 pm
ok mas ijin ngopy
Oleh: anam on 9 Februari, 2010
at 5:50 pm
Aku minta ijin ngopy contoh suratnya mas, ya…
Oleh: Cuenk on 11 Februari, 2010
at 10:52 am
Paragraf terakhir koq nyasar jadi Surat Perjanjian Jual-Beli ?
Oleh: Aldi on 13 Februari, 2010
at 1:50 am
betul-betul..kayaknya mas mulyanto keliru nulis
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 7:49 pm
ijin ngopi juragan…
Oleh: bayu on 22 Februari, 2010
at 12:42 pm
tanya mas…maklum sy cuma makelar. yang lebih tepat materainya di tempelkan di phak mana ?
matur suwun sak derenge..
Oleh: aji M on 17 April, 2010
at 8:45 am
materai diletakan di pihak yang meminjam dong
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 7:45 pm
pa’e aku melu ngopy yo…
matur suwun…
Oleh: putra on 21 April, 2010
at 8:38 pm
hatur nuhun anu saageung2na tos dipasihan nyontek….heheee
Oleh: aziz on 26 April, 2010
at 12:59 pm
thanks mas…………
Oleh: chan on 3 Mei, 2010
at 8:18 pm
mas mul.. mohon maaf, saya bingung,,,,
” pembayaran palling lambat Juli 2009″
akan tetapi perjanjian dibuat tanggal “Februari 2010″
itu yang bener gimana?? apakah salah tahun atau memang begitu (perjanjian dibuat sesudah pembayaran paling lambat,,
hehe maaf, matur nuhun
Oleh: aries on 10 Mei, 2010
at 11:05 am
nuwun2
Oleh: aan on 19 Juli, 2010
at 3:14 pm
nyuwon sewu kulo bade ngunduh ng’geh mas…matur huhun sanget
Oleh: erly on 5 Agustus, 2010
at 8:52 am
monggo mba.
Oleh: mulyanto on 5 Agustus, 2010
at 9:00 am
Mas, Buatin Contoh Surat Perjajnian Hutang Yang Bener nya Dunk.. Thanks
Oleh: MeyyDozz on 16 Agustus, 2010
at 10:54 am
ikut copas ya mas…. maturnuwun…
Oleh: ameera on 22 September, 2010
at 12:42 am
monggo
Oleh: mulyanto on 22 September, 2010
at 7:04 am
tanpa ada notaris apa bisa di ajukan ke pengadilan jk salah satunya melakukan wan prestasi. walaupun sudah ada saksi dan pakai tanda tangan di bwh materai
Oleh: vani on 19 November, 2010
at 10:43 pm
tetep bisa diajukan ke pengadilan mas..
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 7:43 pm
mas copy paste ya…trim’s
Oleh: Lukman Nulhakim on 7 Februari, 2011
at 1:41 pm
saya candra
saya mau mnta bantuan pemikiran ni pak…..
8 bln lalu saya menitipkan uang sebesar 140jt dgn rekan saya & saya mengunakan surat perjanjian…
pada penitipan uang iotu bunyiny,pihak kedua akan mengembalikan uang pihak pertama apabila pihak pertama merasa dirugikan,dan pihak kedua akan mengembalikan uang yg dititipkan pihak pertama
nah ternyata samapai skrng pihakl kedua blm juga me nepatin janjinya.bahkan ia lari2 & bersembunyi seakan lari dr asalah
kita da coba suratin secara keluarga sebanyak 6x tapi blm juga ada responya
menurut bapak gimana langkah yg harus saya tempuh?dan dr sudut pandang hukumnya bagaimana pak?
Oleh: agus chandra sirait on 7 Februari, 2011
at 2:40 pm
mohon diberi solusi pak…karna saya kurang paham mengenai hukum,,
Oleh: agus chandra sirait on 7 Februari, 2011
at 2:43 pm
maaf saya bukan pengacara atau sarjana hukum. kalau mau cari solusi yah tanya ke pengacara.
Oleh: mulyanto on 7 Februari, 2011
at 4:37 pm
kalo perjanjiannya uang titipan sebenarnya anda dapat mudah melakukan penetrasi secara psikologis mas. Soalnya uang titipan yang tidak dikembalikan itu masuk pada tindakan pidana. Kalo perjanjiannya “pinjaman” maka hukumannya perdata. Tindakan pidana itu lebih berat hukumannya dibandingkan perdata. dan pidana itu gak bisa ditarik kalo laporannya sudah masuk pengadilan. Lain halnya dengan perdata laporannya bisa ditarik / dibatalkan kembali selama belum ada keputusan hakim.
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 9:11 pm
bagaimana ceritanya/kronologinya sampai anda bisa menitipkan uang sejumlah itu ?
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 7:41 pm
alhamdulillah
thanks mas
Oleh: rudi hartono on 8 Februari, 2011
at 12:56 am
MAaf mas mulyanto saya jadi banyak ngomentarin “tamu2″ anda. emangnya ini blog saya ? he3
Oleh: Ali Akbar on 23 Februari, 2011
at 8:16 pm
Hehehe ngga apa2 kok, saya malah seneng kalau ada komentar2 yg menambah info dan memberikan pilihan solusi
.
Oleh: mulyanto on 23 Februari, 2011
at 8:32 pm
ijin co pas mas..
Oleh: line 103 on 27 April, 2011
at 9:55 am
silahkan
Oleh: mulyanto on 27 April, 2011
at 1:00 pm
Singkarep ta ijine kopi
mung karep matur nuwun
hapunten bilih lepat tulis na
sing ngartos we nya.. da bahasane sim kuring
ora bisa boso jowo
Oleh: Sartono on 5 Juni, 2011
at 10:57 pm
ngartos
Oleh: mulyanto on 6 Juni, 2011
at 11:11 pm
klo surat penghapusan hutang ada gak mas?
Oleh: nofan on 9 Juni, 2011
at 7:55 am
pak de, tlng buatin contoh srt perjanjian mengenai jual beli tanah pertapakan (kavlingan) secara kredit dgn memakai uang muka, misalnya saya mau menjual tanah saya dengan cara dikaplingkan secara lunas dan kredit, tapi dgn cara kredit ini kita membuat sangsi yakni apabila dalam masa 3 ( tiga) bulan kreditny tidak dibayar maka saya akan menarik/membatalkan perjanjian tersebut tanpa terlebih dahulu memminta persetujuan komsumen. tolonh ya pak de
Oleh: Tuah Tansisius, SP on 19 Juni, 2011
at 12:06 pm
sorry bos.. bukan ahli bikin surat2 perjanjian. Tanya ke notaris atau beli buku contoh2 surat2 perjanjian di toko buku.
Oleh: mulyanto on 20 Juni, 2011
at 8:36 pm
mas….minta tolong dong surat perjanjian kesanggupan bayar hutang, terima kasih
Oleh: joko mulyono on 8 Mei, 2012
at 10:16 pm
tengok juga nui jangan lupa pada mampir ke blog aku ya ada $10 bonus buat anggota baru
Oleh: dewi on 19 Agustus, 2012
at 3:07 pm
Trus saya nanya dong, saya mau buat surat perjajian, Nah kronologisnya begini,sekitar 4 bulan lalu,terjadi sy transaksi jual beli barang dg teman kenal baik, nilai hampir 70 jtan, dg kesepakatan lisan dg pembayaran 1 minggu setelah transaksi dan barang di angkat di bayar 50%,trus 1 minggu lagi/2minggu stlh barang di angkat byr lagi 50%/lunas. Ternyata pembayaran tdk sesuai janjinya. 1 minggu stlh transaksi,di bayar 35%/25jt, sisanya tempo 1 minggu lagi. Ternyata tidak ada pembayaran sampai sekarang. Semenjak itu selalu janji dan tidak di tepati/bohong. Bahkan terakhir janji tgl 7 blh 4 th 2013 nanti di bayar. Nah dg janji terakhir ini sy mau buat surat perjanjian,bahkan dia mengusulkan,mau menanda tangani surat perjajian untuk memastikan janjinya. Nah Pertanyaan saya,1).bisakah surat perjanjian ini menyusul di buat? 2). judulnya surat jual beli apa hutang piutag ? Tlg bantu saya agar saya tidak terjebak pada kesalahan bila sampai ke jalur hukum nanti,sebab si dia paham betul soal politik dan hukum.
Oleh: utomo on 14 Januari, 2013
at 10:14 pm
nanya yah ke pengacara/ahli hukum dong
Oleh: mulyanto on 15 Januari, 2013
at 7:17 am