Saat bak sumber air dipakai yaitu pada jam 6-10 pagi dan 3-7 sore, air tidak mengalir kerumah karena level permukaan bak drop dibawah intake pipa. Jadi agar nyaman mestinya ada air yang ditampung di toren. Butuh pompa untuk mengangkat air dari 0 meter ke ketinggian 4-5 meter. Pertama yang dipikir adalah membeli pompa air dangkal (shallow well pump). Jadilah survey pompa air dangkal yang irit daya dan murah. Akhirnya terpilih Sanyo PWH 136 dan SHIMIZU 128BIT.
Dan saya condong untuk memilih Shimizu ini(ada thermal protectornya!). Mempelajari tentang pompa air, jadi kenal dengan namanya pompa sentrifugal. Ternyata pompa sanyo dan shimizu ini adalah pompa sentrifugal. Jadi air dhisap dan diputar-putar oleh kipas (impeller) sehingga air mendapat gaya sentrifugal dan terlempar (terdorong).
Jadi sebenarnya bisa kok bikin pompa air sentrifugal sendiri. Idealnya sih bikin sendiri pakai motor ac 220 yang kecil, wong cuman buat hisap 0 m dan dorong 5 m doang kok. Lebih hemat listrik. Tapi pusing bikin impeler dan volute-nya! Yang paling sulit mungkin cari/bikin sealnya agar air ngga nyembur ke motor hahahahaha. Mungkin paling mudah yah cari pompa bekas terus ganti motornya atau gulung ulang motornya pakai email yang lebih kecil. Yah yang paling asik sih ini nih, “cari pompa bekas terus ganti motornya atau gulung ulang motornya pakai email yang lebih kecil”.
Eh nemu yang namanya pompa hydram (Hydram pump atau hydraulic ram pump). Wah ini cocok banget buat rumah saya. Pompanya ngga butuh listrik dan gampang dirakit sendiri pakai paralon. Kebetulan istri keekeuh menolak rencana pembelian pompa sanyo/shimizu diatas. Alasannya nanti nggak kepake buat sumur bor dan nambah tagihan listrik. Istri malah minta beli jet pump sekalian. Walah jetpump harganya diatas 1 juta dan daya listriknya lebih boros, Solusinya yang pompa hydram pake paralon ini. Tadi pas istirahat siang saya sudah belanja komponen-komponennya. Habis 87 ribu, yang paling boros malah selang benangnya (40 rb). Selang benang yang transparan ini sebenarnya tidak wajib, cuman saya pingin lihat penampakan air yang dipompa. Kalau pakai paralon sebagai delivery pipe kan nggak kelihatan airnya, berhasil naik nggak yah?
Oke, tulisan tutorial tentang hydraulic pump ini nanti saya terbitkan kalau pompa-nya sudah jadi. Oh yah efisiensi pompa hydram yang diharapkan adalah minimal 30 %, yang 70 % airnya diisikan ke bak mandi. Jadi tidak ada yang terbuang, dan pompa hanya akan bekerja kalau kran bak mandi dibuka
.
Update selasa 27 juli 2010
Prototype pompa hydran sudah selesai dibuat dan berhasil bekerja, ceritanya ada di :
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2010/07/27/membuat-pompa-hydram-hidraulic-ram-pump/
Update Sabtu 31 juli 2010
Pompa Hidran sudah terpasang di kamar mandi dan sukses mengangkat air ke toren.
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2010/07/31/finalisasi-pemasangan-pompa-hydram/





Kalo jetpump yang murah, beli yg bekas saja. Banyak di pasar tegallega. Harga sekitar 400-600rb tergantung merk.
Oleh: pono on 21 Juli, 2010
at 8:19 pm
ckckckckck……..
(sambil geleng-geleng kepala)
(umyek aja….,-ngbatin red)
dasar Guru….
Oleh: cakraningrat on 22 Juli, 2010
at 10:29 am
mestinya dasar kere, karena kere jadi kereatif hahahahaha.
Oleh: mulyanto on 22 Juli, 2010
at 9:54 pm
pak gur klo pompa berisik banget tu kira” apanya yah, buntyinya ngor”an gitu?
klo bagian impeler nya dikasih wd40 ga papa?
apa pengaruh terhadap airnya?
maturu nuwun penjelasannya
Oleh: iwenk on 14 Agustus, 2010
at 4:56 pm
Mungkin dibagian bearing-nya (klaher). Wah mestinya jangan dikasih ke impelernya, campur ke air dong. solusinya yah musti ganti bearing/klaher.
Oleh: mulyanto on 14 Agustus, 2010
at 6:48 pm
oke sip penjelasannya, berarti tuk bearing yg ada di motor dinamonya yah, soalnya barusan diteliti yg bunyi dari dinamonya
untung lum disemprot dah tuh impelernya, klo gag bisa dimarahin bini ma mertua dah…
Oleh: iwenk on 15 Agustus, 2010
at 6:54 pm
Mas iwenk,
Salah satu tanda bahwa pompa sudah tidak berfungsi secara normal adalah pompa tsb berisik jika dioperasikan. Dalam dunia perpompaan, dikenal islitah kavitasi. Kavitasi adalah peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung uap di dalam cairan yang dipompa. Nah, salah satu ciri dari kavitasi pada pompa diantaranya adalah pompa mengalami berisik. Dengan pompa mengalami kavitasi, otomatis efektifitas kerja pompa akan mengalami penurunan. Jika dipaksakan terus, maka pompa akan rusak dengan sendirinya. Hal terburuk yang akan terjadi adalah pompa bisa sewaktu-waktu meledak jika terus-menerus dipaksakan beroperasi.
Selain itu, akibat kavitasi yang terjadi, dinding pompa akan terasa panas jika disentuh oleh tangan kita. Sebaiknya pompa jika sudah seperti ini jangan dipaksakan untuk beroperasi lagi. Coba panggil tukang servis untuk memperbaiki pompa Anda dan cari tahu apakah pompa tsb harus diganti ataukah masih bisa diperbaiki. Umumnya, Anda akan mengganti impeller saja jika volute tidak ikut rusak. namun, apabila volute juga terkena imbas dari kerusakan, maka Anda harus mengganti pompa nya.
Oleh: didiet on 14 September, 2010
at 12:03 pm
wah info bagus, thanks.
Oleh: mulyanto on 16 September, 2010
at 5:35 pm
nah, klo belisiknya itu karena sering kerendam air, gimana tuh pak Mul?soalnya belum smp 3 bulan udh bersuara layaknya kapal rusak gitu
Oleh: ian on 14 Juli, 2012
at 5:31 pm
yah ngga tahu yah, saya bukan ahli pompa. Kok pada nanya pompa rusak disini? Nanya ke tukang servis pompa dong
.
Oleh: mulyanto on 14 Juli, 2012
at 11:04 pm
lah klo pompa national gak mo muter klo gak d bantu puter pk tangan knp ya pk guru. padahal capasitor dah d ganti anyar. tolong dong pencerahannya.
Oleh: herman on 3 Oktober, 2010
at 10:39 pm
Itu artinya gaya torsi motor lebih kecil dari gaya gesek statis. Setelah motor dibantu diputar dengan tangan (artinya ditambahi gaya), gaya gesek statis menjadi gaya gesek dinamis. Gaya gesek dinamis memang lebih kecil dari gaya gesek statis. Kemungkinannya yah :
- Mungkin torsi motor menurun, ada yang ngga beres di kumparannya.
- bearing macet
solusinya yah bawa ke tukang reparasi pompa.
Oleh: mulyanto on 3 Oktober, 2010
at 11:02 pm
pak mulyanto saya mau tanya nech,,,
saya punya pompa air merek zhimizu.akan tetapi pompa saya sering lemah dalam memompa.istilah jawanya ”nggembos”.
saya cek di pipa sampai mesin gpp, gak ada yang error normal2 saja. Putaran rpm juga stabil….apa lobang isap nya ya pak, yang agak aus termakan oleh impeller. lobang ”isap” istilah bengkel (lobang masuk atou keluarnya air atau bensin istilah d bengkel).
Saya punya ide neh pak, gmn kalo impeller dan rumah impeller diameter d bikin besar 2 kali lipat dari ukuran standart.dengan cara mencari tukang cor logam. jadi ukuran di besarkan,kumparan lilitan kawat juga standart,watt sama.irit kencang…lumayan tuh pak….alhasil tokcer tuh debit air yg keluar.
saya sangat salute sama bpk atas postingan ini.thx pak….
Oleh: iblis rock on 14 Oktober, 2010
at 12:08 am
Memangnya murah bikin cor-coran logam. Kalau masalah kekuatan pompa mah bukan di ukuran propeler tapi di rpm.
Oleh: mulyanto on 14 Oktober, 2010
at 7:21 am
Salam kenal, bung.
Nama saya iwal.. saya lagi browsing tentang masalah-masalah pompa air, kebetulan pompa air saya bermasalah.
Dan nggak sengaja ketemu blog ini.
Rasanya masalah pompa air saya berhubungan dengan artikel ini.
Saya pake Sanyo, lupa tipe apa, yang jelas ada “tabung sentrifugal”nya. Nah, di bagian sambungan (atau penutup) sentrifugal itu, yang ada baut-baut di sekeliling pelatnya, air sering menyembur keluar… dikit sih, tapi membuat pompa jadi nyala-padam-nyala-padam.
Kira-kira bagaimana cara mengatasinya ya? Makasih sebelumnya
Oleh: juragan sipil on 25 Desember, 2010
at 8:22 am
Pompa yang ada gunakan adalah pompa otomatis. Jika keran dibuka maka terjadi penurunan tekanan dalam tabung yang akhirnya mengakibatkan pompa hidup. Nampaknya terjadi kebocoran kompresi akibatnya tekanan dalam tabung berubah-ubah dan pompa nyala-mati. Solusinya adalah copot tabungnya, beli sealer merah (bentuknya seperti odol). Pilih sealer yang ada petunjuk pemakaiannya di belakang kemasannya. Oleskan sealer sesuai petunjuk pada daerah pasangan tabung. Biasanya sih oleskan sealer, pasang tabung, kecangkan baut hingga hampir maksimal. Biarkan sealer kering selama 1 jam. Baru kencangkan 1/4 – 1/2 putaran baut.
Oleh: mulyanto on 25 Desember, 2010
at 9:28 am
Pak mul jumpa lagi ya boleh tanya ya…kalau untuk membuat tekanan pompa agar bisa kenceng keluar. melalui sower gmn…soalnya aku pakai sower dak ada yg kenceng ….nah harus bagaimana ya maklum ni ibu dak bisa matur nuwun.
Oleh: yuli on 26 Desember, 2010
at 3:37 pm
ibu sri, ada pompa otomatis untuk shower. Namanya pompa booster, bentuknya kecil, wattnya juga kecil, namun harganya gede hehehehehe…. 800 ribuan. Sebenarnya pompa biasa yang 125 watt dan otomatis, mungkin harganya 400 – 500 rb juga bisa dipakai. Cuman pompanya gede, wattnya juga gede, boros listriknya. Jadi mending pakai pompa booster, boros di harga beli-nya saja, selanjutnya tidak boros rekening listrik
.
Oleh: mulyanto on 26 Desember, 2010
at 4:04 pm
pak mul saya mau tanya nih, saya punya 2 pompa air jet pump, 1 merk eva dan 1 lagi merk shimizu, merk eva bagian mesinnya ( dari empiller sampai kipas belakang) saya pindahkan ke merk shimizu, begitu juga sebaliknya, pertanyaan saya
1. apakah bisa mempengaruhi daya sedot air ?
2. ukuran empiller shimizu dan eva (dibagian lobang kipas) diganti lebih besar atau lebih kecil tetapi tidak mengurangi diameter impeller dan lobang drat, gimana?
3. bagaimanakah cara yang baik dan benar untuk memancing air keluar, apakah saat menyala (on) atau saat off jet pumpnya ?
untuk pak Mul terima kasih buanyak.
Oleh: Hari on 18 Januari, 2011
at 8:47 am
waduh saya bukan tukang pompa air listrik (hanya pompa hidram)
hahahahaha. Rumah saya tidak pakai pompa air
)
1. apakah bisa mempengaruhi daya sedot air ? –> pasti ada pengaruhnya
2. waduh ngga tahu bagaimana caranya, belum pernah sih.
3. Memancing air ada hubungannya dengan problem check-valve, saya belum pernah mempelajari fungsi check-valve pada pompa air. Memancing air juga mungkin ada hubungannya dengan menarik air melalui sifat kohesitas air (CMIIW).
Mohon maaf jawaban tidak memuaskan, soalnya saya bukan pengguna pompa air apalagi pakar pompa air.
Oleh: mulyanto on 18 Januari, 2011
at 10:32 am
pak mau ikut nanya nih, pompa air saya klo nyala tidak langsung narik air, harus dipancing dulu, sy kira pompanya rusak tp sudah sy ganti pompa baru tetap saja harus di pancing, itu masalahnya dmn ya pak? thx
Oleh: risa on 28 Oktober, 2011
at 11:56 am
Artinya head pompa yg dalam sumur tidak kerendam air, jadi yg kesedot udara. Udara yang kesedot tidak mampu menarik air disekitarnya/dibawahnya. Maka dipancinglah, dimasukin air sehingga head pompa hingga propeler terendam air. Air pancingan juga menyambung ke air dibawah head. Sehingga ketika air disedot, maka air dibawah/disekitar air juga kesedot. Intinya : sumur pompa anda kering
.
Oleh: mulyanto on 28 Oktober, 2011
at 12:10 pm
Hello shimizu, tolong kalau ada gambar pemasangan oli-celpompa shimisu
karena saya mau ganti oli-celnya
Oleh: syamsul on 28 Januari, 2012
at 11:34 pm
mas, saya punya pompa di kosan kurang kuat klo pake saringan, cuma pas dilepasin saringan malah bunyi gluduk bebatuan dimesin, trus “heng”…gkgkgkgk…trus mutar2 nyari obeng…
Oleh: jenkan on 13 Juli, 2012
at 2:06 pm
pak saya mau setelah saya test pompa shimizu 128bit, hidup kemudian beberapa menit kemudian mati sendiri dan tidak hidup lagi apa masalahnya terima kasih
Oleh: Ony Kuswara on 15 Agustus, 2012
at 3:45 am
maaf saya bukan ahli pompa
.
Oleh: mulyanto on 15 Agustus, 2012
at 10:24 am
pak mau nanya nih saya mau rakit pompa untuk pengairan sawah dengan pipa 4 inch, ( berapakah daya motor yang dibutuhkan dan type apa untuk impellernya ), motor menggunakan listrik 220 VAC.
Tq
Oleh: Hadi on 27 Agustus, 2012
at 5:01 am
wah ngga tahu saya, bukan ahli pompa
Oleh: mulyanto on 27 Agustus, 2012
at 7:16 am
pak pompa disaya , tidak bisa narik air, saya udah coba pancing , malahan air abis, dan tertep ga narik , itu kn dan solusinya bagai mana ?
Oleh: asep on 29 Agustus, 2012
at 11:18 am
solusinya yah di bawa ke tukang servis pompa atau ganti pompa baru
Oleh: mulyanto on 29 Agustus, 2012
at 1:01 pm
klu bikin klep sendiri gmn crax om
Oleh: gusmad on 15 Desember, 2012
at 7:04 pm