Apakah Pompa Hiydram itu?
Pompa Hidram adalah pompa siklus yang memaanfaatkan tekanan arus air sebagai sumber tenaga. Jadi pompa ini tidak membutuhkan listrik atau motor sebagai sumber tenaga (pompa air tanpa motor). Sehingga pompa ini membutuhkan aliran air yang kuat (bertekanan). Karena memakai aliran air maka sebagian air yang digunakan untuk memompa akhirnya terbuang (terbuang ke sungai misalnya). Pompa ini cocok diterapkan pada daerah yang sulit air karena letaknya lebih tinggi dari sumber air.
Sejarah Pompa
John Whitehurst, seorang warga inggris adalah penemu pertama pompa hidram pada tahun 1771. Kemudian seTetapi pompa John in tidak aktif sendiri ( non-self-acting ram pump). Kemudian seorang warga perancis bernama B. Montgolfier menambahkan katup yang membuat pompa bisa aktif sendiri. Pada tahun 1809, paten pertama amerika untuk pompa hydram dikeluarkan bagi J. Cerneau and S. S. Hallet di New York. Dan semenjak tahun 1800-an pompa hydram telah menyebar luas di dunia. Kecuali di bandung, ada yang memantenkan pompa hydram beberapa tahun terakhir ini. Jadi jangan kaget nanti ada yang mempersoalkan paten dari pompa hydram yang saya buat. Hahahaha.
Source : tcboats dot com
Prinsip Kerja Hiydram
Bagian pertama adalah unit tangki udara (air chamber) dan klep tusen (check valve). Klep tusen berfungsi melewatkan air dari bawah dan menahan air dalam tangki untuk tidak mengalir kembali kebawah. Setiap ada perpindahan air ke tangki maka udara dalam tangki tertekan. Udara yang tertekan akhirnya menekan air untuk naik ke pipa delivery dan juga menekan air ke bawah yang membuat (check valve) menutup. Dan air dari bawah tidak bisa naik lagi karena kini tekanan dari tangki udara sama atau lebih besar dari tekanan air dari bawah.
Agar air dibawah dapat naik lagi, maka diperlukan tekanan tambahan. Tekanan tambahan ini didapat dari tumbukan air (air hammer).
Water hammer diciptakan dengan cara menghentikan air yang mengalir. Sehingga air mengalir berbalik arah dan bertumbukan. Misalnya dengan melakukan buka tutup keran. Mungkin ini yang disebut non-self-acting ram pump.
Agar pompa aktif bergerak sendiri maka perlu mekanisme buka-tutup aliran secara otomatis, yaitu dengan katup buang. Pada saat katup buang tertutup karena tekanan/dorongan air maka air membalik dan terjadi water hammer. Karena air di katup mengalir balik maka tekanan pada tutup berkurang, dan karena dorongan pegas maka katup bergerak turun dan membuka. Setelah terjadi water hammer dan katup buang terbuka, kembali air mengalir lewat katup buang. Katup buang terangkat hingga kembali menutup aliran. Kembali air mengalir balik dan terjadi water hammer. Sementara gerakan menutup check valve berkontribusi pada tambahan tekanan air yang mengalir ke katup buang.
Membuat Hydram Paralon
Pompa hidram sederhana dapat dibangun dari paralon. Prototype pertama menggunakan knee 1/2 inch PVC, T 1/2 inch PVC, dan tusen klep plastik. Klep buang juga tidak menggunakan per. Prototype pertama tidak bisa aktif sendiri, mesti ditekan2 pakai jari. Ternyata pompa hidram harus kuat dan rapat, tidak boleh bocor agar tekanan air akibat water hammer bisa maksimal. Jadi dibuat prototype kedua yang menggunakan knee 1/2 inch besi, T 1/2 inch besi, dan tusen klep kuningan Onda. Dengan menggunakan knee-T-klep logam maka pompa bisa dikencangkan dengan kuat-kuat. Tusen klep plastik tidak bisa digunakan karena bila dikencangkan dengan thread seal yang tebal maka drat plastiknya menjadi rusak. Letak T (check valve) dan knee (waste valve) harus sedekat mungkin karena water hammernya terjadi di dekat klep buang (waste valve).
Juga diketemukan per pada klep buang adalah bagian yang kritis dan vital. Jika per terlalu lunak maka klep buang akan menutup terus, tak mau turun. Tapi jika per sedikit terlalu kuat, maka klep buang tidak mau menutup rapat dan tidak terjadi osilasi. Maka pengatur per yang mengatur kekerasan/kekuatan adalah WAJIB. Pada klep buang, pengatur per saya buat dari potongan spicer(spacer? itu loh yang buat mounting pcb) plastik. Potongan ini saya tempelkan pada disk plastik kuning (bekas kemasan testpen), penempelan pakai panas solder (ngga pake timah solder) sehingga kuat dan menyatu. Sementara per ditempelkan pada disk plastik bening, sehingga per tidak kepuntir saat disk kuning diputar2 (disk beningnya didorong naik keatas sehingga tidak nempel disk kuning saat adjustment). Panjang batang total 18 cm yang dibuat dari 4 buah baut 3 mm x 5 cm. Batang juga masih jadi masalah. Idealnya terbuat dari sebuah batang tunggal, lebih bagus lagi terbuat dari plastik. Per saya peroleh dari per klep tusen plastik.
Osilasi bisa terjadi TANPA TERJADI kenaikan air pada pipa delivery! Nah loh. Gerakan membuka katup (gerak kebawah) seharusnya terjadi karena terbawa air, per hanya membantu saja. Jika tekanan/debet air kurang kuat maka water hammer gagal menembus check valve. Jadi bisa terjadi katup buang berosilasi tanpa ada air yang masuk ke tabung (tembus check valve).
Dengan mengatur kekerasan per yang tepat maka pompa pun berosilasi sendiri… berhasil!. Air mampu naik hingga 3 meter(ketinggian maksimal pipa delivery). Sayang pompa diletakan di kebun yang gelap gulita sehingga tidak bisa direkam videonya. Yah problem lain dari pompa hidran adalah pompa hidran butuh tekanan air yang steady agar osilasi steady juga. Sementara aliran air baru bisa steady pada jam 10 malam – 2 dinihari. Tentang sumber air yang digunakan ceritanya ada di :
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2010/07/08/bangunan-misteri-aliran-air-yang-macet/
Maka kalau diinventaris, bug2 dalam pompa hidram buatan sendiri adalah :
1). tekanan/aliran air harus steady (konstan).
2). badan pompa harus kuat dan rapat-kencang di sambungan.
3). Klep buang harus adjustable dibagian per dan panjang stroke.
4). Pembuatan klep buang harus benar2 presisi dan simetris agar gerak katup-batang mulus dan tidak menghentikan osilasi.
Update 31-07-2010
Pompa hidram telah dipasang didalam kamar mandi :
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2010/07/31/finalisasi-pemasangan-pompa-hydram/
Update 03-08-2010
Debit air yang diangkat cukup kecil, sedang dipikirkan solusinya. Apakah dengan mengganti dengan pompa baru yang tusen klep-nya lebih besar (1 – 1,5 inch). Ataukah dengan memparalel dengan pompa baru.
Update 07-08-2010
Tusen klep diupgrade dengan onda 1 1/4 inc, harganya 58 rb. Butuh ploksok besi 1 – 1/2 (rp 7500) dan besi 1 – 1 1/4. Ploksok 1 – 1 1/4 susah dapatnya, dapatnya malah di toko kecil dekat cicaheum, harganya mahal euy 11 rb !. Selain itu juga butuh 2 buah dobel nepel besi 1 1/4, harganya 6 rb perbiji. Hasilnya debet air yang nyampe toren lebih banyak, tapi masih kurang gede.
Tulisan yang berkaitan dengan pompa Hydram :
Rekayasa Hydrodynamics Pada Pompa Hydram











[...] http://mulyantogoblog.wordpress.com/2010/07/27/membuat-pompa-hydram-hidraulic-ram-pump/ [...]
Oleh: Mengangkat Air Ke Toren « Wong nDeso yang Katro on 27 Juli, 2010
at 10:17 pm
saya ingin tai spesifikasinya lebih lanjut, soalnya di rumah saya ada air bocor dan ternyata air sawah,,,saya ingin memanfaatkannya…
waktu itu dicoba pake slang tapi air ga mau naik..karena mungkin ga ada tekanan
Oleh: fia on 10 Januari, 2011
at 9:58 am
Maaf ngga ada spesifikasinya/hitungannya, ini hanya coba-coba saja. Memang harus ada tekanan, ada debit yang cukup. Coba dulu dengan membuat yang sederhana tanpa klep buang. Ditest saja pakai tusen klep dan keran.
Oleh: mulyanto on 10 Januari, 2011
at 12:10 pm
jd kpngin bwt sndri,,trs klep tusten nya beli dmn om??
Oleh: rama on 29 Juli, 2010
at 9:45 am
Klep tusen banyak dijual di toko besi. Ada yg kuningan merk onda, ada merk kits, ada yng plastik merk EPA.
Oleh: mulyanto on 29 Juli, 2010
at 11:26 am
klo klep buangny ad gk d toko2?trs klo pipa klep buangny lbih tinggi dari sumber airny,apkh air bsa naik k atas,,mksh,
Oleh: rama on 30 Juli, 2010
at 8:59 am
- klep buang tidak dijual di toko. Di toko yang ada klep tabo, ngga ada per-nya.
- sumber air SELALU lebih tinggi dari pompa.
Oleh: mulyanto on 30 Juli, 2010
at 9:03 am
Pernah kepikiran pake pompa akuarium? Daya 18W kapasitas 1400liter/jam harga 75rb perak.
Hanya saja ini pompa gak bisa nyedot, cuma bisa naikin sekitar 1.5m dari permukaan air sumber.
Oleh: pono on 30 Juli, 2010
at 11:44 am
wah ide bagus, minimal butuh 2 pompa dong.
Oleh: mulyanto on 30 Juli, 2010
at 11:47 am
klo klep buangnya mke’ kep tabo bisa gk om???
Oleh: rama on 3 Agustus, 2010
at 8:23 pm
kayaknya sih ngga bisa. Tapi ada yang pake tuh.
Oleh: mulyanto on 3 Agustus, 2010
at 8:31 pm
boleh donk… kami diberi rumus-rumus perhitungan konstruksi dalam tabel perbandingan beda tinggi terjunan: diameter & panjang air chamber :diameter air masuk & air kelur serta tinggi: maksimum air terangkat.
Oleh: joko w on 28 Agustus, 2010
at 5:05 am
Maaf ngga punya rumus-rumus tentang pompa hydram.
Oleh: mulyanto on 28 Agustus, 2010
at 12:45 pm
aslamkum om,ak minta carany buat pompa Hydram,ap aj alatny yg perlu disediakan
Oleh: Ariful Ikhsan on 10 Februari, 2013
at 8:44 am
[...] Membuat Pompa Hydram (Hidraulic Ram Pump) « Jangan Dibaca on 28 Januari, 2011 at 1:14 [...]
Oleh: Rekayasa Hydrodynamics Pada Pompa Hydram « Jangan Dibaca on 28 Januari, 2011
at 1:15 am
[...] Membuat Pompa Hydram (Hidraulic Ram Pump) « Wong nDeso yang Katro on 31 Juli, 2010 at 8:04 [...]
Oleh: Finalisasi Pemasangan Pompa Hydram « Jangan Dibaca on 28 Januari, 2011
at 1:16 am
luar biasa, saya tertarik untuk mempelajarinya tlong detainya karn saya akan menaikan air bersih ke desa yang tempatnya di atas perbukitan
Oleh: awaludin on 6 Februari, 2011
at 12:34 pm
sudah detail, ada foto2, ada video. wah kalau sampai buat naik bukit itu sih bukan kelas paralon lagi. Pakai besi mestinya, klep buangnya juga jauh beda.
Oleh: mulyanto on 6 Februari, 2011
at 4:32 pm
wah ide briliant gan,tlg spesifkasinya krm ke alamat email saya..,soal nya saya pgn mencoba,makasih sebelumnya
Oleh: fafa on 2 Agustus, 2011
at 10:22 pm
sejujurnya saya sangat butuh data dan uraian tehnik
tentang jenis pompa ini..karna saya tinggal di pegunungan garut jawa barat..jika bersedia totong kirim di e-mail saya. trims sebelum dan sesudahnya
Oleh: CEPWANDI on 4 September, 2011
at 10:49 pm
sejujurnya saya tidak punya data dan uraian tehnik tentang jenis pompa ini SELAIN yang sudah ditulis di blog ini
. Semuanya sudah saya tulis dan sudah diceritakan. Tidak ada ekplisit data teknis, spesifikasi dsb. Saya membuat juga ngga pakai gituan
. Cukup mengerti prinsip-nya saja.
Oleh: mulyanto on 4 September, 2011
at 10:56 pm
kalau buat kolam ikan kecil kira-kira bisa ga?jadi air dari kolam ikan masuk ke sistem hydram trus di keluarkan lagi ke kolam tersebut lewat air mancur?tidak perlu lagi memakai pompa listrik?
Oleh: avichennajoeyosep on 20 September, 2011
at 2:25 pm
yah ngga bisa lah.
Oleh: mulyanto on 20 September, 2011
at 2:27 pm
Selamat siang pak,
Saya tertarik dengan artikel ini, mohon penjelasannya jika air sungai dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan dasar sungai yang landai (seperti sungai musi). Terima kasih
Oleh: sonny on 22 September, 2011
at 2:48 pm
kalau sungai landai yah mesti dipasang pipa yang mengalir ke tempat yang lebih rendah, di tempat yang rendah itu baru bisa dipasang pompa hydram buat naikin lagi. Seberapa rendah, seberapa besar debitnya.. saya tidak tahu.
Oleh: mulyanto on 22 September, 2011
at 2:55 pm
boleh beri penerangan detail…
Oleh: Noorazimah Alias on 30 September, 2011
at 2:11 pm
selamat siang pak, pak saya sangat tertarik dengan pompa grafitasi yang bapa buat. pak saya mau nanya kalau di tempat saya itu daerah pegunungan dan ada banyak sumber mata air gimana kalua pompa grafitasi ini kalau di pasang langsung dari tempat yang tinggi langsung di pompa ole pompa grafitasi tanpa ada bantuan pompa lain gimana pak bisa apa gak bisa…..?????
Oleh: Pilemon.WETAPO on 20 Oktober, 2011
at 11:59 am
Pertama ini bukan pompa gravitasi. Pompa ini butuh aliran air kuat (bertekanan kuat). Tidak bisa memompa air diam. Air mengalir kuat disalurkan ke pompa hydram. Sebagian air dibuang, sebagian air dipompa.
Oleh: mulyanto on 20 Oktober, 2011
at 12:51 pm
keren
Oleh: ipanase on 23 Oktober, 2011
at 11:28 am
air keluarx brapa persen
Oleh: wawan on 8 November, 2011
at 9:00 am
ngga diketahui alias x persen.
Oleh: mulyanto on 8 November, 2011
at 9:08 am
bagus juga tuh,, jadi pengen buat.
kira2 susah ga ya,..,
Oleh: kukuh on 8 November, 2011
at 9:32 pm
susah!
Oleh: mulyanto on 9 November, 2011
at 6:24 pm
bang bisa tolong buatin gak bang yg dari pralon itu yg buat yg abang pasang di kamar mandi saya butuh tapi gak ngerti buatnya, makasih
Oleh: temonfangky on 20 Desember, 2011
at 3:44 am
sorry boss, ngga bisa.
Oleh: mulyanto on 20 Desember, 2011
at 6:55 am
ok pa gak apa. Saya akan coba buat sendiri trimakasih ilmu nya sangat bermanfaat pak. Mohon bimbinganya ya pak. Oya pak kelep yg buat hisap ada di jual di toko banggunan gak pak kalao ada nama nya apa pak makasih
Oleh: temonfangky on 1 Januari, 2012
at 3:38 pm
Itu namanya klep tusen. Yang paling sulit membuat klep buang yang bisa osilasi sendiri. Ada 2 kenalan yg nyoba buat. Yg pertama sukses setelah berbulan-bulan, yang kedua belum berhasil.
Oleh: mulyanto on 1 Januari, 2012
at 10:09 pm
pingin nyoba mas… tp masih bigung…
Oleh: Fatahillah on 1 Januari, 2012
at 9:18 pm
yah kalau diam saja tetap akan bingung
.
Oleh: mulyanto on 1 Januari, 2012
at 10:10 pm
pak mul aku beli jadinya boleh kan
Oleh: asjroel on 29 Februari, 2012
at 3:31 pm
Boleh, ngga ada yg ngelarang. Tapi saya ngga jualan
.
Oleh: mulyanto on 29 Februari, 2012
at 9:38 pm
saya sangat terkesan dan ingin lebih mendalami
Oleh: noviarmen on 6 Maret, 2012
at 9:37 am
pak,,sya tertarik untuk membuat pompa hydram skala mini untuk aquarium,,,
kira kira bisa ngak pak,,,
trima ksih atas penjelasannya,..
Oleh: memey on 13 Maret, 2012
at 8:32 am
Wow sangat bantu orang kampung yg ambil air dr sungai…. thanks so much yaaaaa
Oleh: DRiow on 1 April, 2012
at 10:25 am
mau belajar langsung sama pak Mulyanto?
bisa pak
Oleh: anto on 2 April, 2012
at 1:52 pm
Kan semua sudah ditulis di blog, lengkap sama foto dan videonya. Kurang apa lagi ?
.
Oleh: mulyanto on 2 April, 2012
at 2:00 pm
mas barusan saya nyoba, tapi klep buangnya gga mau main. klep buangnya pake klep tabo, gimana tuh mas???? mau bikin kaya punya mas mulyanto tapi bingung
Oleh: mus on 3 April, 2012
at 7:35 pm
Ngga bisa lah kalau pake klep tabo, gimana nyetel pernya? Makanya mesti bikin klep buang sendiri. Mesti nyari per yang kekerasannya pas. Kekerasan pernya juga mesti bisa disetel.
Oleh: mulyanto on 3 April, 2012
at 9:01 pm
siap mas laksanakan, ta coba lagi ia.heheh oh ia mas, kalau tinggi klep isap sama klep buang harus sama rata tinnginya or tidak ia?
Oleh: mus on 4 April, 2012
at 6:00 am
tidak mesti sama tinggi.
Oleh: mulyanto on 4 April, 2012
at 7:25 am
mas diameter tuas klepnya berapa ia
Oleh: mus on 7 April, 2012
at 9:21 am
3 mm. Pakai baut yg 3 mm yg panjangnya 5 cm, disambung2. Baut dan sambungan banyak dijual di toko elektronik. Kalau lebih dari 5 cm, pakai yg diameter 4 – 6 mm.
Oleh: mulyanto on 7 April, 2012
at 11:26 pm
mat siang mas mulyanto, saya dari Arya dari Bali, saya punya lahan berbukit dengan kemiringan 45 derajat. sedangkan air sungainya dibawah. bisa nggak dengan pompa hidram ini airnya dinaikkan untuk mengairi kebunn. kalau mas jual yang sudah jadi dengan hasil akhir ukuran debit air 1 dim berapa harganya mas?
Oleh: ngurah arya on 7 April, 2012
at 2:33 pm
1. Mungkin bisa, tapi saya ngga tahu teknisnya.
2. Saya tidak jualan pompa hydram.
Oleh: mulyanto on 7 April, 2012
at 11:25 pm
laksanakan
Oleh: Bpk Gubernur on 9 April, 2012
at 11:02 am
Mas untuk gambar Klep Buang Katro, di bagian sebelah bawah keliatan ada mur, itu untuk apa mas? untuk karetnya menggunakan karet apa? trus ring besi maksudnya ring bundar 0 mas? yang buat pengencang baut?
Oleh: Bpk Gubernur on 11 April, 2012
at 2:56 pm
-di bagian sebelah bawah keliatan ada mur, itu untuk apa mas?
jwb: klep dari uang logam 100 perak, dibor tengahnya terus dimur-baut. Baut ini yang jadi batang klep.
-untuk karetnya menggunakan karet apa?
jwb: cari saja cincin karet di toko besi yang ukurannya sesuai
-trus ring besi maksudnya ring bundar 0 mas? yang buat pengencang baut?
jwb : iyah ring besi bundar buat pengencang baut
Oleh: mulyanto on 11 April, 2012
at 3:37 pm
isi dari blog Rekayasa Hydrodynamics Pada Pompa Hydram wajib di aplikasikan gga mas? terutama yang pemanasan lilinnya
Oleh: Bpk Gubernur on 11 April, 2012
at 10:43 pm
ngga usah dulu. itu nanti kalau sudah sukses bisa memompa.
Oleh: mulyanto on 11 April, 2012
at 10:50 pm
untuk tutup klep bagian bawah menggunakan apa mas?
Oleh: Bpk Gubernur on 11 April, 2012
at 3:12 pm
tutup? bagian bawah tidak ada tutupnya. Yg ada paralon putih 1 inch buat dudukan badan klep (paralon T).
Oleh: mulyanto on 11 April, 2012
at 3:40 pm
ternyata pake uang 100 juga ia mas yang bagian bawahnya, selain holder atas sama holder bawah. sory mas belum nyerap ilmunya, harus berguru dulu sama mas.hehehe
Oleh: Bpk Gubernur on 11 April, 2012
at 10:55 pm
siap mas laksanakan.
Oleh: Bpk Gubernur on 11 April, 2012
at 10:59 pm
mas untuk batang klepnya gimana?
Oleh: Bpk Gubernur on 13 April, 2012
at 5:55 pm
masih kurang jelas???
Oleh: mulyanto on 13 April, 2012
at 9:23 pm
tuas klepnya cari dimana mas? posisi holder bawah sama holder bawah kan ada paralon 1/2 inchi di tengah2nya? itu ada 2 lapis ia? yang lapis kedua bentuknya bundarlagi gga mas?
Oleh: Bpk Gubernur on 14 April, 2012
at 11:05 am
Batang klep dari mur-baut 3mm/4mm/5mm , kurang panjang yah disambung2. saya pakai 3 mm biar tidak berat. Banyak dijual di toko elektronik.
Oleh: mulyanto on 14 April, 2012
at 9:46 pm
mas tadi sore saya nyoba nyari ke toko elektronik tpi gga ada mas
Oleh: Bpk Gubernur on 17 April, 2012
at 12:15 am
mur baut 5 cm diameter 3 mm banyak dipakai buat casing rangkaian elektronik.
Oleh: mulyanto on 17 April, 2012
at 6:17 am
mas untuk panjang jarak klep/celah klep sebelum klep buang tertutup brp?
Oleh: Bpk Gubernur on 19 April, 2012
at 12:35 pm
Yah tergantung desain/buatan klepnya, tergantung kekuatan tekanan air dan tergantung kekuatan per juga. Punya saya sih dapetnya cuman sekitar 1/2 cm. Jadi batang klep hanya bergerak 1/2 cm naik-turunnya.
Oleh: mulyanto on 19 April, 2012
at 1:37 pm
Wah kecil yach mas kalau segitu ia ,kemarin saya nyoba tanya2ke pemilik hydram kapasitas besar nyampe 14 cm celahnya
Oleh: Bpk Gubernur on 20 April, 2012
at 11:51 am
yah namanya juga sumbernya dari bak yg beda tingginya paling cuman 1 meter
. Bukan air dari bukit/gunung yang tinggi
.
Oleh: mulyanto on 20 April, 2012
at 11:54 am
owh ia mas waktu kemarin saya liat klep buanggnya gga pake pegas mas, kalau punya mas untuk klep isapnya ada modifikasinya gga mas?
Oleh: Bpk Gubernur on 23 April, 2012
at 8:18 pm
kalau nggak pakai pegas berarti mengandalkan gravitasi untuk menjatuhkan klep. Klepnya berat!. Klep isap (check valve) tidak ada modifisikasi.
Oleh: mulyanto on 23 April, 2012
at 9:37 pm
mas kalau misalnya dalam sistem hydram gga ada tabung udaranya/air chambe apa katup buang tetep main? berpengaruhnya apa mas
Oleh: Bpk Gubernur on 23 April, 2012
at 9:26 pm
Chamber/tabung udara buat efisiensi. Pakai chamber air jadi lebih cepat dan lebih banyak yg naik. Tanpa chamber, air bisa naik tapi lebih sedikit dan lambat.
Oleh: mulyanto on 23 April, 2012
at 9:39 pm
hatur nuhun mas, jadi semakin mengerti sistemmnya
Oleh: Bpk Gubernur on 24 April, 2012
at 6:02 am
Mas. kalo boleh, bisa gak konsultasi langsung. Kalo bisa boleh minta alamatnya?
Oleh: eris on 3 Juni, 2012
at 12:43 am
percuma konsultasi langsung, karena :
. Bukan berdasarkan perhitungan, artinya untuk kondisi beda mungkin tidak bekerja pompanya
.
1. saya bukan pakar pompa hydram
2. saya hanya buat 1 pompa dan kebetulan jadi
3. tidak banyak yg saya tahu, semuanya sudah saya tulis di blog ini. Gambar lengkap, video banyak. Cerita2nya juga ada. Kurang apa lagi?
Oleh: mulyanto on 3 Juni, 2012
at 1:59 am
Ok Mas makasih,
Nanti saya coba dulu
Oleh: eris on 3 Juni, 2012
at 4:56 am
iyah coba pelajari percakapan saya dgn Bpk Gubernur sebelumnya.
Oleh: mulyanto on 3 Juni, 2012
at 7:31 am
mat siang masa mulyanto, saya sangat tertarik dengan rekayasa terknologi ini, kira2 perekat yang bagus untuk sambungan jenis perekat atau lem yang mana ya?
Oleh: endo on 25 Juni, 2012
at 2:36 pm
sambungan paralon? yah lem PVC buat paralon
Oleh: mulyanto on 25 Juni, 2012
at 7:19 pm
ok mas, suwun
Oleh: endo on 4 Juli, 2012
at 2:29 pm
mas… aku senang sekali nemu blognya mas… aku ijin follow yah mas… salam kenal… assalamu’alaikum…
Oleh: thekoist on 22 Juli, 2012
at 7:06 am
[...] http://mulyantogoblog.wordpress.com/2010/07/27/membuat-pompa-hydram-hidraulic-ram-pump/ [...]
Oleh: Anatomy Keluguan « A Personal, How-to, Tips And Reviews Blog on 31 Juli, 2012
at 7:13 am
[...] http://mulyantogoblog.wordpress.com/2010/07/27/membuat-pompa-hydram-hidraulic-ram-pump/ [...]
Oleh: Anatomy Keluguan « A Personal, How-to, Tips And Reviews Blog on 31 Juli, 2012
at 7:13 am
ok
ini teknologi lama yg diterapkan belanda,
untuk sistematis perhitungan mungkin bisa dijelaskan mas?
masalahnya sy pernah mencoba dengan beberapa perlakuan berbeda, seperti pada bak penampungan, inlet dan outlet itu hasilnya sangat berbeda dari segi tekanan dll.
bisa tolong dijelaskan sedikit mas?
Oleh: Muhammad Arief Stk on 6 Desember, 2012
at 9:49 pm
silahkan tanya ke ahlinya di belanda
Oleh: mulyanto on 8 Desember, 2012
at 7:20 am
mas, saya minat banget membuat hydram ini kan efisien – dan tahan lama…… saya udah ada instalasi tong di ketinggian sebagai sumber airnya…. saya ingin membuat kolam pancuran yang airnya bergerak terus menerus……
Oleh: Khairdin Pramana Jaya on 5 Januari, 2013
at 5:24 pm
agar pompa hydram hidup terus menerus, sumber air tidak boleh mati. Tidak bisa air dari tong diumpan ke pompa hydram terus dipompa kembali ke tong dst. Yang dipompa paling 10-20%, 80-90% air tong terbuang.
Oleh: mulyanto on 10 Januari, 2013
at 7:44 am
Mohon perkenan dirinci mas, Bahan-bahan apa saja yang harus saya beli untuk membuat rangkaian seperti ini.
Satu-satu ya Mas, soalnya kalau baca di artikel- make bahasa cerita susah mas buat saya mencari satu-satu…. Apakah lebih baik dan alangkah demikian baiknya jika njenengan berkenan menuliskan satu-persatu bahan yang harus dibeli untuk membuat satu rangkaian Pompa Hydram ini aja Mas…..
Oleh: Khairdin Pramana Jaya on 5 Januari, 2013
at 5:38 pm
tulisan2 ttg hydram pump sudah komplit dan tuntas
.
Oleh: mulyanto on 10 Januari, 2013
at 7:39 am
bagus…..
Oleh: abdulrosid2012 on 14 Januari, 2013
at 10:07 pm
Terima kasih atas inpormasinya dan minta idzin untuk saya save pada blog saya agar kalau lupa mudah di baca kembali.!
Oleh: abidaudtibet Daudsolahudin on 23 Januari, 2013
at 8:45 pm
akan saya Save di sini.
Oleh: Daudsolahudin on 23 Januari, 2013
at 8:56 pm
[...] membuat klep buang ini bisa juga meniru desain klep yang dibuat oleh Mas Mulyanto di artikelnya Membuat Pompa Hydram yang menggunakan bahan lebih hemat karena dibuat [...]
Oleh: selalu hanif on 1 Mei, 2013
at 10:44 pm
syukron atas ilmunya pak
,mohon bimbingannya blh gak pak ,via hp atw fb..ini akun fb saya mifta.rowman@gmail.com,akun bpk blh saya tau?
Oleh: muhammad miftah on 5 Mei, 2013
at 9:50 am