Dua minggu lalu saya melintas jalan layang pasupati pada sekitar jam 4 sore. Seorang pengendara Vario Techno Putih D 3327 ZAG berhenti di pinggir jalan layang, sekitar 100 – 200 m dari mulut jalan layang (arah dari pasteur). Pengendara itu minta bantuan karena kehabisan bensin. Saya tawarkan untuk men-step (mendorong dengan kaki bertumpu pada step motor) motor itu hingga POM bensin terdekat. Tapi pengendara menolak, lebih baik minta 10 rb saja, motornya akan didorong balik ke arah pasteur karena POM nya lebih dekat. Akhirnya saya beri dia 10 rb.
Saya pun melanjutkan perjalanan, saya baru berpikir.. “hmm kok aneh yah? mau dibantu step ke POM bensin kok malah ngga mau?”. Baru mulai curiga, saya pun men-tweet agar pengendara lain waspada. Tapi hari ini muncul “sms pembaca” di tribun :

.
Entah orang yang sama atau beda
. Waspadalah… waspadalah
.
Btw, saya baru ingat sekarang. Kenapa saya mulai curiga? Karena sang pengendara mengucapkan terimakasih, selamat dan doa yang panjang dengan hafal dan lancar
. Persis seperti pengemis2 di dalam bus
. Nah disitu saya baru berpikir kritis
.

wow,,cari duit model baru
http://pertamax7.wordpress.com/2012/01/17/akhirnya-beli-glove-juga-di-dab-hobbiesshop-jogja/
Oleh: ipanase on 18 Januari, 2012
at 1:08 pm
slam kenal
Oleh: tatawarna on 18 Januari, 2012
at 3:29 pm